Moskow (ANTARA) - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo meningkat menjadi 6.100 kasus, dengan 2.950 kematian, kata Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Kongo pada Selasa (1/9).
“Selama 24 jam terakhir, tercatat 59 kasus baru dan 39 kematian, sementara 17 orang dinyatakan sembuh. Dengan demikian, total kasus mencapai 6.100, dengan 2.950 kematian sejak awal wabah,” demikian laporan harian INSP.
Sebanyak 10 negara di Afrika Timur, Afrika Tengah, dan Afrika Selatan telah memperketat pemeriksaan kesehatan di perbatasan dengan Kongo untuk mengantisipasi penyebaran wabah Ebola.
Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan yang secara resmi disetujui untuk Bundibugyo, jenis Ebola baru tersebut.
Data laboratorium menunjukkan bahwa vaksin baru Ervebo, yang disalurkan dari persediaan vaksin Ebola global ke Kongo, mungkin dapat memberikan perlindungan tertentu.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: WHO: Wabah Ebola di Kongo jadi terbesar kedua sepanjang sejarah
Baca juga: WHO nyatakan wabah ebola di Uganda berakhir usai nirkasus 42 hari
Baca juga: WHO bersama mitra sepakati strategi bersama tangani Ebola di RD Kongo
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































