Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan Layanan Dukungan Psikososial bagi anak penyintas bencana gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menyebut pendampingan psikososial itu difokuskan untuk memulihkan trauma serta kondisi emosional anak-anak di wilayah terdampak.
"Pendampingan psikososial ini sangat krusial agar anak-anak penyintas gempa dapat mengikis rasa cemas berlebih dan kembali ceria di tengah situasi darurat," kata Idy dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Idy menegaskan Baznas berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak gempa tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi mental para korban, khususnya kelompok rentan.
Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan bergotong royong dalam menyalurkan bantuan demi mempercepat pemulihan para penyintas gempa di NTT.
"Kami ingin memastikan seluruh hak anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk mendapatkan rasa aman serta perlindungan jiwa," ucap Idy Muzayyad.
Diketahui, hingga 31 Agustus 2026 operasi tanggap bencana di NTT, Baznas telah mengerahkan 90 personel lapangan, tim Rumah Sehat Baznas, armada operasional, dan Pos Baznas Tanggap Bencana, guna melayani warga di enam kabupaten terdampak, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.
Selain itu, Baznas telah mengoperasikan 53 pos layanan kemanusiaan, mendistribusikan 52.550 porsi makanan lewat dapur umum berkapasitas 7.450 porsi per hari, air bersih melalui dapur air sebanyak 3.500 gelas per hari, 928 paket logistik keluarga, perlengkapan kebersihan, selimut, terpal, sekolah darurat, hingga layanan kesehatan bagi 619 pasien di tujuh titik penanganan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berkomitmen membangun NTT secara bertahap hingga tingkat desa untuk meningkatkan produktivitas daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, pembangunan akan dilakukan secara merata mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
"Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa, kita bangun. Rakyat kita harus hidup dengan baik dan sejahtera," kata Presiden Prabowo.
Baca juga: DPRD NTT soroti perlindungan pengungsi dan risiko kekerasan seksual
Baca juga: Beri semangat, Menteri PPPA sapa anak-anak terdampak gempa Manggarai
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































