Eddy: Transisi energi buka peluang investasi dan lapangan kerja

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan transisi energi perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional karena selain memperkuat ketahanan energi dan menghadapi krisis iklim, juga membuka peluang investasi serta lapangan kerja hijau.

"Transisi energi ini adalah salah satu strategi pembangunan kita. Harus kita laksanakan, bukan hanya sekadar upaya dekarbonisasi saja," kata Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat memberikan pidato kunci pada peluncuran film dokumenter "Energi untuk Negeri" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (1/9).

Menurut dia, transisi energi dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung upaya pengendalian krisis iklim.

Eddy mengatakan transisi energi juga sejalan dengan Pasal 33 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan perekonomian nasional diselenggarakan dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Ia menilai perkembangan global menunjukkan biaya energi terbarukan semakin kompetitif.

Harga panel surya, kata dia, turun signifikan dibandingkan satu dekade lalu. Di sisi lain, kemajuan teknologi baterai dan kendaraan listrik semakin membuka peluang percepatan transisi energi.

Menurut Eddy, Indonesia dapat memanfaatkan transisi energi sebagai peluang untuk menarik investasi, mengembangkan industri hijau, dan menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs).

Meski demikian, ia mengingatkan dunia masih menghadapi tantangan berupa transisi energi yang tidak berjalan secara teratur (disorderly energy transition).

Ia mencontohkan sejumlah negara meningkatkan investasi energi terbarukan, tetapi pada saat bersamaan masih mengembangkan energi fosil dalam skala besar.

"China mengembangkan PLTU batu bara paling tinggi volumenya di dunia, tetapi juga mengembangkan sumber energi terbarukan, solar, dan angin sehingga saat ini China adalah negara dengan kapasitas solar dan angin terbesar di dunia," katanya.

Eddy juga menilai film dokumenter dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya transisi dari energi fosil menuju energi bersih dan terbarukan.

Menurut dia, pemahaman masyarakat diperlukan agar transisi energi semakin menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional.

Baca juga: Kepala Bappenas: Transisi energi harus berfokus pada implementasi

Baca juga: METI dorong investasi proyek energi bersih lewat IndoEBTKE

Baca juga: Menko Airlangga: Transisi energi jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |