Risma Ayu tak patah arang meski Putri Batang gagal ke semifinal HSL

4 hours ago 2

Kudus (ANTARA) - Pemain Putri Batang Risma Ayu Tafti'ah menegaskan tidak patah arang meski timnya gagal ke semifinal U18 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026, setelah kalah 0-3 dalam pertandingan terakhir Grup A kontra Putri Garut.

Dia menyatakan, kekalahan telak dalam laga di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis, akan menjadi modal berharga untuk mengevaluasi kualitas diri guna bangkit lebih bagus ke depan.

"Kami harus makin kuat lagi untuk menghadapi lawan-lawan yang berat, terus kekuatan fisik juga harus ditambah lagi, teknik juga harus ditingkatkan lagi," kata Risma dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut dia, kegagalan menembus empat besar harus disikapi secara dewasa dan tidak boleh larut dalam kekecewaan.

Tim masih memiliki banyak aspek yang harus dibenahi agar mampu bersaing menghadapi lawan-lawan dengan kualitas lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Baca juga: Putri Batang evaluasi permainan usai gagal ke semifinal HSL All-Stars

Pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah, pada 10 Juni 2009 itu menambahkan, pengalaman tampil di HSL All-Stars menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan individu maupun kerja sama tim.

Dia berharap dapat terus berkembang melalui latihan yang lebih intensif, sehingga mampu menunjukkan performa yang lebih konsisten pada kompetisi mendatang.

Gelandang itu juga mengaku memiliki target jangka panjang untuk menembus skuad tim nasional sepak bola putri Indonesia.

Oleh sebab itu dia bertekad menjadikan kegagalan bersama Putri Batang sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras, memperbaiki kualitas permainan, serta meningkatkan kesiapan fisik, dan mental agar dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

Kekalahan 0-3 kontra Putri Garut, membuat langkah Putri Batang terhenti di fase grup dengan menempati peringkat keempat klasemen akhir, serta mengemas 0 poin dari tiga laga.

Sementara Putri Garut melangkah ke babak semifinal sebagai runner-up dan Putri JP Jakarta tampil sebagai juara Grup A. Sedangkan Tigers Football Academy juga bernasib sama dengan Putri Batang, karena hanya bisa menghuni posisi ketiga klasemen akhir tersebut.

Sebanyak 16 tim sepak bola putri yang masing-masing terdiri atas delapan tim U15 dan delapan tim U18 bersaing dalam HSL All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 5 hingga 12 Juli.

Turnamen yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Hydroplus itu, menjadi tahapan penting dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri yang berkelanjutan, serta momentum untuk membuktikan diri di level nasional.

Baca juga: Putri Garut menang 3-0 lawan Putri Batang dalam laga U18 HSL All-Stars

Baca juga: Putri JP Jakarta pastikan tiket semifinal HSL All Star 2026 di Kudus

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |