Sekolah Rakyat Indramayu gunakan “smart board” dukung KBM digital

3 hours ago 3

Indramayu (ANTARA) - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memanfaatkan smart board di setiap ruang kelas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) digital bagi siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kepala SRT 40 Kabupaten Indramayu Mardiani di Indramayu, Kamis, mengatakan seluruh ruang kelas di sekolah tersebut telah dilengkapi perangkat smart board sebagai media pembelajaran.

Selain itu, setiap siswa di sekolah tersebut juga memperoleh satu unit laptop yang digunakan selama KBM.

“Kalau di Sekolah Rakyat, satu kelas satu smart board. Anak-anak juga mendapatkan fasilitas laptop, satu siswa satu laptop untuk belajar,” katanya.

Baca juga: Kemensos pastikan SR Terintegrasi di Jember siap beroperasi Juli 2026

Menurut dia, pemanfaatan perangkat digital tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar di Sekolah Rakyat.

Pemerintah juga menyediakan seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik, mulai dari seragam, alat tulis, asrama hingga perlengkapan penunjang belajar secara gratis.

Mardiani menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum akademik sebagaimana sekolah reguler, namun dipadukan pula dengan kurikulum karakter yang dijalankan melalui sistem pendidikan berasrama.

“Di Sekolah Rakyat ada dua kurikulum, yaitu kurikulum akademis yang sama dengan sekolah reguler dan kurikulum karakter yang diterapkan di asrama,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, SRT 40 Indramayu menampung 100 siswa yang terdiri atas 50 siswa sekolah dasar (SD) dan 50 siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Baca juga: Kemensos dan Pemkot Singkawang matangkan kesiapan MPLS Sekolah Rakyat

“Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai lokasi sementara,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu Waskam mengatakan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Cikawung, Kecamatan Terisi telah mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan digunakan pada tahun ajaran baru.

Ia mengatakan pada tahun ajaran baru sekolah tersebut akan menerima 270 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA sehingga total peserta didik menjadi 370 orang.

“Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ini gratis. Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau keluarga miskin dan miskin ekstrem,” kata Waskam.

Baca juga: 76 siswa ditetapkan sebagai peserta didik baru Sekolah Rakyat Ponorogo

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |