PLTN Golfech di Prancis dihentikan akibat gelombang panas ekstrem

3 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Perusahaan listrik nasional Prancis, EDF, menangguhkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Golfech pada Kamis, setelah cuaca ekstrem menyebabkan suhu di Sungai Garonne—yang digunakan untuk mendinginkan reaktornya—melonjak tajam.

"Unit pembangkit listrik No. 2 di PLTN EDF Golfech dihentikan sementara pada hari Kamis, 9 Juli, pukul 11.30 waktu setempat (16.30 WIB)," tulis perusahaan tersebut dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, reaktor pertama di pembangkit tersebut sedang menjalani proses perawatan.

Dengan dimatikannya unit kedua tersebut, seluruh fasilitas PLTN tersebut kini praktis berhenti beroperasi secara total.

Suhu air Sungai Garonne diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 28 derajat Celcius pada Jumat.

Berdasarkan regulasi di Prancis, PLTN diwajibkan untuk mengurangi kapasitas atau menghentikan total produksi listrik saat terjadi panas ekstrem.

Aturan itu diterapkan guna mencegah air sungai semakin memanas demi melindungi ekosistem dan biota air setempat.

Prancis, bersama dengan beberapa negara Eropa lainnya, tengah dilanda gelombang panas hebat dalam beberapa pekan terakhir.

Pada akhir Juni lalu, badan meteorologi Prancis bahkan sempat mengeluarkan status waspada cuaca panas tingkat tertinggi untuk 72 dari total 96 wilayah departemen di Prancis daratan, yang memecahkan rekor baru sepanjang sejarah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Layanan pemantau iklim UE: Eropa Barat catat Juni terpanas

Baca juga: Ekonom: Gelombang panas kini guncang pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Prancis tambah 30 ribu unit pendingin udara menghadapi gelombang panas

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |