Ribuan umat Muslim Mataram ikuti semarak pawai takbiran

4 hours ago 1
Sungguh itu menjadi bukti nyata dan riil yang ada di Kota Mataram toleransi antar umat beragama

Mataram (ANTARA) - Ribuan umat Muslim di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengikuti kegiatan semarak pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah/2026, di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Jumat, mengatakan, pelaksanaan pawai takbiran di enam kecamatan se-Kota Mataram diikuti sebanyak 202 kafilah.

"Peserta pada satu kafilah atau satu lingkungan melibatkan warganya hingga ratusan orang," katanya.

Sebanyak 202 kafilah yang ikut serta pawai takbiran itu merupakan peserta dari Kecamatan Sandubaya 32 kafilah, kemudian Kecamatan Mataram 27, Kecamatan Ampenan 50, Selaparang 38 kafilah, Cakranegara 27, dan Kecamatan Sekarbela 28 kafilah.

Baca juga: Wisatawan padati pusat Kota Palembang saat malam takbiran

Masing-masing kafilah berasal dari remaja masjid yang ada di setiap lingkungan di kecamatan masing-masing.

Martawang mengatakan, berdasarkan hasil pantauan pelaksanaan pawai takbiran di enam kecamatan tersebut sejauh ini berjalan sesuai rencana, aman dan lancar.

Salah satu hasil karya kafilah dalam menyemarakkan pawai takbiran 1447 Hijriah/2026 tingkat Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat malam (20/3-2026). ANTARA/Nirkomala.

"Setiap kafilah, menunjukkan berbagai hasil karya seni membuat miniatur masjid, Al Quran, lampion, sambil menggemakan takbir, tasbih, dan tahmid," katanya.

Khusus di Cakranegara yang menjadi kecamatan mayoritas Hindu, lanjutnya, partisipasi umat beragama sangat antusias ikut menyemarakkan malam takbiran dengan berpartisipasi dalam parade terdepan.

Baca juga: Ribuan Warga Ambon turun ke jalan rayakan malam takbiran

Kondisi itu mencerminkan Harmoni masyarakat di Kota Mataram yang saling mendukung, mentoleransi, menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antar pemeluk keyakinan agama yang berbeda.

Mataram menjadi etalase kehidupan yang harmonis dan saling menghargai yang secara nyata dipertunjukkan dalam event keagamaan yang beirisan waktunya beberapa waktu yang lalu.

Dari kegiatan Imlek yang hampir bersamaan dengan awal puasa, kemudian pawai ogoh-ogoh dan tapa brata penyepian di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri dan malam pawai takbiran dihadiri aneka tokoh umat beragama.

"Sungguh itu menjadi bukti nyata dan riil yang ada di Kota Mataram toleransi antar umat beragama," katanya.

Baca juga: Warga Semarang meriahkan malam takbiran dengan pawai bajaj

Pewarta: Nirkomala
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |