Penghitung rindu para pemudik di Pantura Cirebon pada H-1 Lebaran

3 hours ago 1

Cirebon (ANTARA) - Di balik Posko Mudik Dinas Perhubungam (Dishub) Kota Cirebon, Jawa Barat, Libo Widi menatap aspal di ruas arteri Jalur Pantai Utara (Pantura) yang tak kunjung sunyi.

Saat ribuan orang melesat dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah guna menjemput rindu berlebaran di tanah kelahiran, ia justru mematung menghitung laju, menjadi mata bagi negara dalam memantau situasi arus mudik.

Dengan seragam abu-abu khas petugas perhubungan, Widi selalu bersiaga di posko mudik yang lokasinya tepat di samping kanan kawasan bersejarah di Kota Cirebon yakni Goa Sunyaragi.

Jarum jam menunjukkan pukul 11.37 WIB pada Jumat, ketika ANTARA menyambangi posko tersebut untuk menghimpun data kendaraan yang melintas di Jalur Pantura saat H-1 Lebaran.

Pria dengan model rambut klimis tersebut tampak begitu fokus. Pandangan matanya tajam seolah tak lepas dari aspal jalanan, memantau ritme pergerakan kendaraan yang kian padat menjelang malam takbiran.

Di tangannya, sebuah gawai menjadi instrumen penting untuk mencatat dan melaporkan fluktuasi arus lalu lintas secara berkala.

“Saya sedang bertugas, menghitung laju kendaraan pada H-1 Lebaran,” katanya saat berbincang dengan ANTARA.

Tugasnya memang terlihat sepele, namun dari jemarinya lah data krusial dikirimkan untuk menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas, demi memastikan perjalanan para pemudik tetap lancar dan aman.

Suasana posko yang berhias ornamen ketupat memberikan kontras emosional yang kuat, sebuah pengingat bahwa hari kemenangan sudah di depan mata.

Namun bagi petugas seperti Widi, perayaan itu harus ditunda demi pengabdian di garis depan jalur mudik.

Ia tetap bersiaga di tepi jalan raya, menjaga konsentrasi di tengah kebisingan laju kendaraan di Jalur Pantura, memastikan setiap “angka” yang ia hitung sampai ke tujuan dengan selamat untuk berkumpul bersama keluarga.

Baca juga: Polresta Cirebon kerahkan 1.200 personel amankan mudik Lebaran

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |