Regulator Eropa tahan persetujuan FSD Tesla di jalan raya

5 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Tesla masih menghadapi hambatan besar untuk menghadirkan teknologi Full Self-Driving (FSD) atau berkendara otonom di Eropa.

Meski Belanda telah memberikan izin penggunaan sistem tersebut di jalan umum, sejumlah negara Eropa lainnya masih menaruh kekhawatiran terkait aspek keselamatan dan kepatuhan hukum.

Dilaporkan ArenaEV pada Rabu (6/5) waktu setempat, otoritas keselamatan jalan Belanda secara resmi menyetujui penggunaan FSD Tesla pada April lalu.

Keputusan itu sempat dianggap akan membuka jalan bagi persetujuan di negara-negara Uni Eropa lainnya. Namun hingga kini, regulator di Swedia, Finlandia, Denmark, dan Norwegia masih melakukan evaluasi ketat terhadap teknologi tersebut.

Salah satu sorotan datang dari Badan Transportasi Swedia, di mana pejabat setempat menemukan perangkat lunak Tesla terkadang membiarkan kendaraan melaju melebihi batas kecepatan yang berlaku.

Regulator menilai sistem swakemudi harus sepenuhnya mematuhi aturan lalu lintas, bukan sekadar memperlakukannya sebagai rekomendasi.

Baca juga: Tesla mulai produksi truk listrik Semi di pabrik Nevada

Kekhawatiran lain muncul dari Finlandia yang mempertanyakan kemampuan FSD menghadapi kondisi jalan bersalju dan licin khas negara Nordik. Otoritas transportasi Finlandia juga menilai Tesla belum membuktikan kemampuan sistemnya dalam melakukan manuver darurat di jalan es pada kecepatan tinggi.

Tidak hanya itu, regulator di Eropa juga menyoroti penggunaan nama “Full Self-Driving”.

Meski versi yang diajukan Tesla bernama “FSD Supervised” dan tetap membutuhkan pengawasan pengemudi, sejumlah pejabat menilai istilah tersebut berpotensi menyesatkan pengguna.

Mereka khawatir pengemudi menjadi kurang fokus karena menganggap mobil mampu mengemudi sepenuhnya sendiri.

Selain itu, upaya Tesla mendorong pemilik kendaraan mengirim email dukungan kepada regulator justru memicu reaksi negatif.

Sejumlah pejabat mengaku terganggu dengan banjir pesan dari konsumen.

Diketahui, untuk memperoleh persetujuan di seluruh Uni Eropa, Tesla membutuhkan dukungan mayoritas negara anggota yang mewakili sebagian besar populasi kawasan tersebut.

Hingga saat ini, proses tersebut diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang.

Baca juga: Tesla hadirkan aplikasi Robotaxi untuk pengguna Android

Baca juga: Tesla kembali kuasai penjualan EV di Eropa

Baca juga: Belanda beri izin penggunaan asisten berkendara FSD Supervised Tesla

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |