Florikultura RI catat potensi transaksi Rp17 miliar di Korea

2 hours ago 3
Capaian potensi transaksi ini menunjukkan bahwa produk florikultura dari Indonesia mempunyai peluang yang cukup baik di Korea Selatan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan menyebut hasil budidaya tanaman hias (florikultura) Indonesia mencatatkan potensi transaksi 1,1 juta dolar AS atau setara Rp17,05 miliar pada pameran International Horticulture Goyang Korea di Goyang, Korea Selatan.

Potensi transaksi dihasilkan dari berbagai produk hasil budidaya petani Indonesia seperti bunga sedap malam, krisan atau seruni dan mawar, yang sekaligus menambah semerbak wangi musim semi di Korea Selatan tahun ini.

"Capaian potensi transaksi ini menunjukkan bahwa produk florikultura dari Indonesia mempunyai peluang yang cukup baik di Korea Selatan. Kami akan menindaklanjuti potensi ini," ujar Kepala ITPC Busan Husodo Kuncoro Yakti dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Paviliun Indonesia menghadirkan sebelas petani florikultura yang tergabung dalam Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO). Tanaman endemik Indonesia yang turut dipamerkan, antara lain, labisa, keladi atau telinga gajah, sri rejeki, serta tanaman budi daya menggunakan teknik kultur jaringan.

Selain memfasilitasi keikutsertaan di pameran, KBRI Seoul dan ITPC Busan juga mendampingi penjajakan bisnis (business matching) pelaku usaha Indonesia dan importir Korea Selatan untuk menggali peluang ekspor tanaman hias dan tanaman endemik Indonesia ke negeri Ginseng.

Baca juga: Kemendag: RI ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel

Baca juga: Kopi Indonesia catatkan potensi transaksi Rp52,47 miliar di Korea

Selain anggota ASBINDO, business matching juga melibatkan perusahaan florikultura Indonesia, yaitu
peserta Horticulture Business Trip ke Korea Selatan oleh Perkumpulan Profesi Hortikultura Indonesia (PPHI).

Pada Januari-Maret 2026, total perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan mencapai 4,27 miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan adalah sebesar 2,34 miliar dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Korea Selatan 1,93 miliar dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus 411,70 juta dolar AS terhadap Korea Selatan.

Produk hortikultura, termasuk bunga potong dan tanaman, merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia ke Korea.

Pada 2025, tercatat impor Korea dari Indonesia sebesar 1,1 juta dolar AS. Potensi ekspor produk hortikultura Indonesia ke Korea Selatan pun kian terbuka seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Korea terhadap tren gaya hidup berkebun (home-gardening).

Istilah "pet-plant" di Korea Selatan saat ini sangat populer. Masyarakat Korea Selatan melihat tanaman sebagai pendamping emosional.

Indonesia pun memiliki varietas bunga tropis dan tanaman hias yang eksotis yang sulit ditemukan di negara empat musim, menjadikannya pilihan utama bagi kolektor tanaman di Korea Selatan.

Baca juga: Produk boga bahari Indonesia catat transaksi Rp44,7 miliar di Busan

Baca juga: Furnitur Indonesia catat transaksi Rp50,60 miliar di Korsel

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |