Radar GCI pertama RI di Kalimantan mampu lacak objek 515 kilometer

7 hours ago 2
Kelebihan radar pertahanan udara mutakhir ini ditunjukkan langsung oleh jajaran Direksi PT Len Industri (Persero) kepada publik saat menerima kunjungan kerja dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) di site Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Bandung (ANTARA) - PT Len Industri resmi memperkenalkan implementasi teknologi Radar Ground Control Interception (GCI) generasi terkini pertama di Indonesia yang dipasang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan kemampuan deteksi jarak jauh hingga radius 515 kilometer.

Sistem alutsista canggih yang dirancang ramah mobilisasi tinggi (ISO Container 20 kaki) dan berkemampuan gelar cepat (fast deployment) ini difungsikan untuk memperkuat pengawasan ruang udara strategis serta pengendalian operasi pertahanan udara nasional secara seketika (real-time).

"Kelebihan radar pertahanan udara mutakhir ini ditunjukkan langsung oleh jajaran Direksi PT Len Industri (Persero) kepada publik saat menerima kunjungan kerja dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) di site Banjarbaru, Kalimantan Selatan," tulis keterangan yang diterima di Bandung, Jumat.

Baca juga: Len siap pasok komponen alutsista dari hasil hilirisasi mineral

Sistem radar terintegrasi pertama di tanah air tersebut mengadopsi teknologi "stacked beam" guna mendongkrak efektivitas pelacakan objek asing di langit dalam berbagai cuaca ekstrem, didukung update rate data setiap enam detik, serta fast time to target demi akurasi keputusan militer yang presisi.

Disebutkan, di balik keandalan dan kecanggihan operasional alat deteksi ini, terdapat kolaborasi taktis puluhan teknisi orisinal PT Len Industri lintas disiplin ilmu yang meliputi keahlian teknik sipil, elektro, radio frequency (RF), jaringan, perangkat lunak (software), hingga mekanik dari tahap instalasi awal hingga pengujian akhir.

Dalam operasional taktisnya di lapangan, data pengawasan dari Radar GCI ini langsung terhubung dan terintegrasi penuh ke dalam sistem komando pertahanan udara TNI Angkatan Udara (TNI AU), sehingga informasi ancaman kedaulatan di atas ruang udara NKRI dapat disalurkan secara cepat.

Baca juga: Radar GCI Len kedua resmi mulai perkuat pengawasan udara Indonesia

Baca juga: Len pamerkan otak pengatur kapal perang buatan lokal pada Kemenhan

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |