Ahli waris program Jaminan Kematian BPJS-TK dilatih kewirausahaan

6 hours ago 2

Banyuwangi (ANTARA) - Ahli waris penerima manfaat program Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mendapatkan pelatihan kewirausahaan selain santunan agar mereka tetap memiliki penghasilan untuk kesejahteraan keluarganya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengemukakan pelatihan yang dikemas dalam program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) ini sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat entrepreneurship kepada ahli waris penerima manfaat.

"Kami ingin memastikan mereka tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengetahuan dan pendampingan agar mampu hidup lebih baik dan kembali produktif," katanya saat membuka pelatihan yang diikuti ahli waris di Banyuwangi, Jumat.

Menurut Saiful, program PEKA dikembangkan melalui konsep pelatihan, produktif dan profit, dan peserta dibekali keterampilan dan pengetahuan didampingi mengembangkan usaha hingga diharapkan mampu memperoleh pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarganya.

"Dari pelatihan ini kami targetkan 10 persennya bisa menjadi produktif, dan pendampingan dan sandingkan dengan ekosistem lain yang akan membantu mereka dalam mendapatkan pendanaan hingga proses pemasarannya," ujarnya.

Baca juga: Menko PM minta BPJS TK bantu siapkan pekerja migran terampil

Baca juga: BPJAMSOSTEK Banuspa latih kewirausahaan ahli waris peserta meninggal

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi program PEKA yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan karena semakin melengkapi berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan yang sudah dilakukan pemerintah daerah setempat.

Ia mencontohkan Pemkab Banyuwangi telah menggulirkan program Warung Naik Kelas (Wenak) yang memberikan bantuan alat usaha produktif bagi keluarga kurang mampu.

"Program BPJS ini semakin melengkapi berbagai program yang kami buat, semoga dengan program ini masyarakat Banyuwangi bisa semakin berdaya dan sejahtera," tutur Ipuk.

Pelatihan ini diikuti sekitar 100 orang ahli waris, mereka adalah para istri, suami maupun anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia saat bekerja.

Salah satu peserta program PEKA, Yasrul, asal Desa Klatak, mengaku pelatihan tersebut dapat membantu mengembangkan usaha es kopyor yang telah dirintis keluarganya.

Ia berharap dapat tambahan modal untuk pengembangan usaha es dan usaha kuliner yang lain.

Baca juga: BPJS Kesehatan tingkatkan kompetensi lewat pelatihan "media handling"

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan siapkan pelatihan pekerja ter-PHK, ini syaratnya

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |