Pemprov Sumut siapkan Puskesmas Mandrehe Nias Barat jadi rawat inap

5 hours ago 2
Kami memperkuat fasilitas, layanan rawat inap, hingga ketersediaan tenaga kesehatan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit yang jaraknya cukup jauh

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat menjadi puskesmas rawat inap pada 2026 guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat meninjau Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat, Jumat, mengatakan peningkatan kapasitas dilakukan melalui penambahan fasilitas, layanan rawat inap, tempat tidur, serta tenaga kesehatan.

"Kami memperkuat fasilitas, layanan rawat inap, hingga ketersediaan tenaga kesehatan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit yang jaraknya cukup jauh," kata Bobby.

Ia mengatakan Puskesmas Mandrehe merupakan fasilitas kesehatan terdekat bagi warga Kecamatan Mandrehe. Sementara itu, waktu tempuh menuju rumah sakit umum daerah mencapai sekitar dua jam.

"Karena itu, kita bangun layanan rawat inap di sini dan menambah tempat tidur agar dapat melayani lebih banyak pasien," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Sumut targetkan 20 Puskesmas jadi rawat inap tahun ini

Menurut Bobby, peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah pusat membangun rumah sakit di Kepulauan Nias. Namun, masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten tetap membutuhkan layanan kesehatan yang lebih dekat.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, Pemprov Sumut menyiapkan dokter spesialis melalui program pendidikan dan sistem rotasi tenaga kesehatan dari rumah sakit umum daerah.

"Saat ini ada dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis. Sambil menunggu, kami sudah membuat skema rotasi dokter dari RSUD untuk mengisi pelayanan di sini," katanya.

Pemprov Sumut juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Kepulauan Nias.

"Termasuk kerja sama dengan USU dan UGM, di mana dokter residen (dokter umum menempuh pendidikan spesialis, red) mereka intensif ada di sini. Jadi bisa saling rotasi," ucap Bobby.

Baca juga: Gubernur Sumut janji bangun puskesmas & infrastruktur di Pulau Kampai

Bobby mengatakan Puskesmas Mandrehe nantinya ditargetkan mampu memberikan berbagai layanan medis, antara lain penyakit dalam, persalinan, kesehatan anak, anestesi, dan tindakan medis lainnya.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga akan melengkapi sarana penunjang berupa alat kesehatan, termasuk alat pemeriksaan kehamilan empat dimensi (4D), sehingga masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mandrehe Karsa menyambut baik rencana peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan tersebut.

"Selama ini sekitar 20 hingga 30 persen pasien harus kami rujuk ke RSUD Pratama karena keterbatasan layanan. Dengan peningkatan kapasitas ini, lebih banyak tindakan medis dapat dilakukan di sini," kata Karsa.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |