Pusdalops Sumut catat 453 jiwa mengungsi akibat banjir di Asahan

9 hours ago 6

Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 453 jiwa mengungsi akibat banjir di Kabupaten Asahan.

Berdasarkan laporan yang diterima di Medan, Sabtu menyebut banjir yang diakibatkan hujan pada Kamis (27/1) mengakibatkan tujuh kecamatan terdampak.

Tujuh kecamatan yang terlanda yakni Kecamatan Sei Dadap, Kecamatan Rawang Pancar Arga, Kecamatan Air Jorman, Kecamatan Kota Kisaran Timu, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kecamatan Setia Janji dan Kecamatan Tinggi Raja.

Kecamatan Kota Kisaran Timur tercatat wilayah paling banyak masyarakat yang terdampak dengan 1.368 jiwa dari 456 kepala keluarga.

Lalu, Kecamatan Rawang Pancar Arga sebanyak 140 kepala keluarga tercatat yang terdampak dan Kecamatan Sei Dadap dengan 47 kepala keluarga dengan 147 jiwa.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.

Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan yang melibatkan dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.

"Berdasarkan laporan, kondisi terkini, air di beberapa kecamatan sudah mulai surut," ujarnya.

Baca juga: Menteri LH terjunkan tim kaji bencana banjir bandang di Sumatera

Sebelumnya Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir dampak dari Siklon Tropis Senyar.

Siklon Tropis Senyar tersebut merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.

"Dampaknya dalam satu minggu terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari," katanya.

Siklon Tropis Senyar memberikan dampak peningkatan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem, gelombang tinggi serta angin kencang di wilayah Sumatera Utara.

Ditambah lagi, kata dia, dengan kondisi kelembapan udara terpantau sangat tinggi sehingga kondisi udara cukup basah yang semakin mendukung potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Sumatera Utara.

Baca juga: Staf kepresidenan tinjau kerusakan infrastruktur di Padang Pariaman

Baca juga: BGN kirim 1.500 paket MBG untuk korban bencana di Sumatera Utara

Baca juga: Pusdalops catat 11 kecamatan di Medan dilanda bencana banjir

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |