Jakarta (ANTARA) -
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi telah melepas petugas secara khusus untuk memantau kualitas jaringan telekomunikasi mendukung kelancaran bersilaturahmi di momen Lebaran 2026.
Untuk memenuhi tugas pemantauan tersebut, Kemkomdigi mengoperasikan tiga alat canggih mulai dari Spectrum analyzer, Portable monitoring receiver, dan QualiPoc.
"Untuk spectrum analyzer itu fungsinya untuk monitoring secara keseluruhan. Jadi ada beberapa pita frekuensi itu kita pantau ada gangguan atau tidak menggunakan ini," kata Pengendali Frekuensi Radio Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kemkomdigi Jakarta Andini Puspitasari di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat.
Melalui alat ini, Kemkomdigi memantau secara umum beberapa pita frekuensi yang dijalankan oleh para operator seluler.
Apabila terlihat ada gangguan di gelombang pita frekuensi yang terdeteksi, hasil ini bisa digunakan sebagai salah satu indikator untuk memberikan notifikasi ke operator seluler pengelola frekuensi tersebut.
Baca juga: EWS dan pusat panggilan 112 disiapkan untuk mitigasi selama Lebaran
Spectrum analyzer sebagai alat pemantauan jaringan yang dipamerkan dalam acara pelepasan tim satgas pemantauan telekomunikasi di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)Selanjutnya, alat canggih kedua yang digunakan Kemkomdigi memantau kualitas jaringan telekomunikasi selama Lebaran 2026 bernama portable monitoring receiver.
Alat ini memiliki keunggulan yang lebih detail dibandingkan Spectrum Analyzer. Hal itu dikarenakan portable monitoring receiver dapat memantau arah dari mana datangnya gangguan pada pita frekuensi.
"Jadi lewat alat ini kita bisa melihat datangnya arah gangguan dan ini bisa memudahkan opsel buat lebih cepat menangani gangguannya tersebut," kata Andini.
Terakhir, alat pemantauan yang digunakan untuk memantau kualitas layanan jaringan telekomunikasi selama Lebaran ialah menggunakan ponsel pintar yang dipasangi dengan aplikasi bernama QualiPoc.
Aplikasi ini dapat membantu penggunanya sebagai perangkat multifungsi untuk mengetahui masalah pada kualitas layanan suara maupun internet sehingga optimasi pita frekuensi bisa dilakukan dengan lebih mudah.
Baca juga: Trafik telekomunikasi diprediksi naik sampai 40 persen selama Lebaran
Gawai yang dipasangi QualiPoc sebagai alat pemantauan jaringan yang dipamerkan dalam acara pelepasan tim satgas pemantauan telekomunikasi di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)Mulai dari kecepatan internet, dan kemudahan untuk mengakses aplikasi di gawai dapat terdeteksi melalui aplikasi ini.
"Kalau misalnya hasilnya kecepatannya (internet) kurang, alat ini akan secara otomatis kirim data ke Pusat Monitoring Komunikasi di lantai 8 (Kemkomdigi), nanti hasil itu diolah dan masalah yang ada akan diteruskan ke seluler untuk ditindaklanjuti," kata Andini.
Ketiga alat ini tersedia di semua Balai Monitoring SFR di Indonesia dan beroperasi penuh selama momen Lebaran 2026
Selama periode 13-29 Maret 2026, sebanyak 35 UPT Balai Monitoring SFR Kemkomdigi dikerahkan dan disediakan juga layanan pemantauan khusus yang melakukan mobilisasi di daerah-daerah dengan keramaian seperti di tempat ibadah hingga pusat wisata.
Dengan pemantauan intensif di titik-titik tersebut diharapkan jika ada masalah jaringan telekomunikasi maka kendala itu dapat dengan cepat diatasi dan tidak mengganggu aktivitas digital masyarakat.
Pemantauan jaringan telekomunikasi menjadi penting mengingat berdasarkan prediksi Kemkomdigi selama Lebaran 2026 berlangsung bakal terjadi lonjakan trafik komunikasi sebesar 30 hingga 40 persen.
Pemantauan jaringan telekomunikasi selama Lebaran 2026 dilakukan Kemkomdigi berkolaborasi dengan para opsel.
Selain pemantauan jaringan, ada juga pendirian posko di titik-titik keramaian pada saat arus mudik hingga arus balik berlangsung untuk memenuhi kebutuhan layanan komunikasi masyarakat.
Baca juga: Menkomdigi minta orang tua kurangi gadget anak saat libur Lebaran
Baca juga: Indonesia gandeng Inggris buka jalan startup lokal ke pasar global
Baca juga: Kabinet Merah Putih perkuat komitmen PP Tunas dalam proteksi anak
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































