Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sebanyak 1.500 jiwa terdampak bencana banjir yang melanda Kota Medan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan bencana banjir tersebut terjadi pada Jumat dini hari.
"Berdasarkan laporan, banjir terjadi pada pukul 03.10 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi," ujar Sri Wahyuni di Medan, Jumat.
Pusdalops Sumut mendata banjir yang terjadi di Ibu Kota Sumatera Utara itu melanda Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Selayang, dan Kecamatan Medan Maimun.
Baca juga: Pusdalops Sumut catat 3.406 KK terdampak banjir di Kabupaten Langkat
Kecamatan Medan Johor merupakan daerah paling terdampak dengan 800 jiwa (250 kepala keluarga), disusul Kecamatan Medan Maimun 506 jiwa (122 kepala keluarga), dan Kecamatan Medan Selayang 194 jiwa (80 kepala keluarga).
Jumlah pengungsi, korban luka maupun korban meninggal dunia berdasarkan laporan tercatat nihil.
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
"Pemerintah Kota Medan melakukan pemantauan tinggi muka air daerah sungai dan daerah rawan banjir, mempersiapkan peralatan evakuasi, menggencarkan imbauan, dan memberikan bantuan logistik," ujarnya.
Baca juga: Pusdalops Sumut catat 233 KK terdampak akibat banjir di Kota Binjai
Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam penanganan bencana di lokasi terdampak banjir.
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































