Kerja sama bank sentral RI-China perkuat stabilitas ekonomi bersama

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan bahwa kemajuan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral China (PBOC) berkontribusi positif dalam memajukan ekonomi serta menjaga stabilitas keuangan kedua negara.

“Kerja sama keuangan antara China dan Indonesia terus mengalami pendalaman dan telah membuahkan hasil yang signifikan. Kerja sama keuangan berkontribusi positif dalam mendorong kemakmuran ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan,” kata Dubes Wang dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar China di Jakarta, dikonfirmasi Jumat.

Ia mengatakan penguatan kerja sama tersebut terjalin melalui Pertemuan Gubernur Bank Sentral Indonesia-China di bawah Program Kerja Bersama (JWB) pada Kamis (11/6), yang berhasil mencapai empat kesepakatan.

Kesepakatan tersebut adalah nota kesepahaman (MoU) pembentukan Renminbi Clearing Arrangement; MoU trilateral antara PBOC, BI dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) terkait transaksi dengan mata uang lokal (LCT), kata dia.

Kemudian, kedua bank sentral menyepakati adopsi sistem pembayaran berbasis kode QR lintas batas China-Indonesia, yang implementasinya telah diluncurkan baru-baru ini.

Kerja sama lainnya meliputi keikutsertaan Bank Mandiri sebagai partisipan langsung dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), yang merupakan infrastruktur pembayaran internasional berbasis renminbi yang beroperasi di bawah naungan PBOC.

Menurut Dubes Wang, penguatan kerja sama sektor keuangan tersebut adalah selaras dengan tren positif pada perdagangan antara Indonesia dan China.

Mengutip data dari pemerintah Indonesia, ia menyampaikan bahwa investasi langsung China ke Indonesia pada 2025 mencapai 7,5 miliar dolar AS.

Baca juga: Produksi lokal mobil merek China di Indonesia naik dua kali lipat

“Sementara menurut statistik pihak China, nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai rekor 167,49 miliar dolar AS, untuk pertama kalinya melampaui 150 miliar dolar AS," ucap Dubes China, menambahkan.

Kemitraan yang terjalin selama ini menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut serta tiga besar sumber investasi asing langsung di Indonesia selama 10 tahun berturut-turut, ucap Dubes China.

“China dan Indonesia terus memperdalam kerja sama di bidang keuangan, yang akan semakin memperkuat kemudahan perdagangan dan investasi bilateral,” kata Wang.

Dengan demikian, diharapkan perdagangan dan investasi kedua negara dapat semakin bertumbuh, serta kerja sama sistem rantai industri dan rantai pasok yang dibentuk bersama dapat terjalin semakin kuat lagi.

Ia pun optimistis kerja sama Indonesia-China akan semakin meluas ke sektor-sektor strategis yang berkembang saat ini, antara lain ekonomi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan kendaraan listrik

Baca juga: Bank Mandiri terhubung langsung ke CIPS, perkuat konektivitas RI-China

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |