India panggil diplomat AS atas serangan kapal di Teluk Oman

2 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri India, Jumat, memanggil diplomat kuasa usaha (charge d'sffaires) Amerika Serikat di New Delhi, Jason Meeks, untuk menyampaikan protes atas serangan Amerika terhadap kapal-kapal komersial di Teluk Oman hingga menewaskan tiga awak kapal asal India.

"Wakil Duta Besar AS Jason Meeks dipanggil ke Kementerian Luar Negeri hari ini. Protes keras telah disampaikan kepadanya terkait serangan yang terus berlanjut oleh Angkatan Laut AS terhadap kapal-kapal komersial yang mengangkut awak kapal India di Teluk Oman," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kemlu India menyebut kematian para pelaut tersebut dapat dihindari, dan penggunaan kekuatan mematikan oleh Amerika Serikat terhadap kapal sipil tidak dapat diterima.

India juga menekankan bahwa hal itu mengancam keamanan maritim dan stabilitas regional.

Kemlu India pun mendesak AS untuk segera mengambil langkah-langkah terkait guna mencegah korban sipil lebih lanjut di kawasan tersebut.

Pada Kamis (11/6), Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan pasukan Amerika telah menyerang dan melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Guinea-Bissau di Teluk Oman karena diduga melanggar blokade laut terhadap Iran. Kapal itu menjadi kapal komersial ketiga yang dihentikan operasinya dalam pekan ini.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Iran, hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Kemudian, pada 8 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata, yang secara resmi masih berlaku.

Bersamaan dengan itu, negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung untuk merumuskan nota kesepahaman kerangka kerja.

Di saat yang bersamaan, kedua belah pihak masih saling melancarkan serangan sporadis.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump tuding Iran coba serang kapal India di Selat Hormuz

Baca juga: Tiga kapal berawak warga India diserang AS di lepas pantai Oman

​​​​​​​

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |