PT Len jadikan rekayasa trail listrik sprint pijakan riset EV nasional

4 hours ago 8
Kekuatan ekosistem kendaraan listrik tidak ditentukan oleh satu komponen terbaik, melainkan oleh seberapa baik seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan

Bandung (ANTARA) - PT Len Industri memanfaatkan rekayasa teknis motor trail listrik Sprint sebagai pijakan riset untuk mengunci keandalan integrasi sistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional agar aman, terukur dan saling kompatibel.

Pengalaman pengintegrasian sistem energi, kendali dan proteksi pada trail listrik karya anak bangsa tersebut dijadikan acuan verifikasi data lintas subsistem, mulai dari baterai, manajemen daya, hingga infrastruktur pengisian, guna mencegah kegagalan fungsi akibat perbedaan standar teknis.

Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis, menegaskan bahwa kunci kekuatan ekosistem EV berada pada tingkat kematangan integrasi antar-komponen, bukan sekadar keunggulan individu setiap suku cadang.

"Kekuatan ekosistem kendaraan listrik tidak ditentukan oleh satu komponen terbaik, melainkan oleh seberapa baik seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan. Di sinilah integrasi teknis menjadi penentu memastikan setiap subsistem terverifikasi, saling kompatibel dan dapat diandalkan sebelum sampai ke pengguna," ujar Joga.

Baca juga: Len perkuat kapabilitas rekayasa-integrasi teknologi kendaraan listrik

Baca juga: Len siap pasok komponen alutsista dari hasil hilirisasi mineral

Secara spesifikasi teknis, trail listrik Sprint dibekali motor listrik berdaya 3.000 Watt yang mampu melaju hingga kecepatan 80 km/jam, jarak tempuh 60 kilometer, serta kapasitas daya angkut mencapai 190 kg.

Kendaraan nir-emisi ini dilengkapi suspensi teleskopik depan, rem cakram ganda, serta dirancang untuk operasional senyap dengan efisiensi perawatan tinggi.

Len menegaskan posisinya berfokus pada penyelarasan antarmuka (interface), verifikasi data lintas mitra, dan identifikasi kesenjangan teknis tanpa mengambil alih kewenangan produsen kendaraan, penetap standar, maupun penjamin kinerja komersial.

Setiap mitra tetap bertanggung jawab penuh atas spesifikasi, kapasitas produksi, dan validitas data pada domainnya masing-masing.

Melalui pendekatan konsolidasi kesiapan dan pembuktian berbasis verifikasi data tersebut, BUMN-BUMN pertahanan dan elektronik ini optimistis dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik Indonesia yang andal dan berkelanjutan.

Baca juga: PT Len Industri tetapkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris

Baca juga: Len integrasikan teknologi antarmatra perkuat pertahanan nasional

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |