Dudung: Pancasila kian relevan hadapi tantangan era digital

1 hour ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menilai Pancasila kian relevan sebagai pedoman masyarakat menghadapi berbagai tantangan bangsa di era digital, menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

“Pancasila lahir dari nilai-nilai yang hidup di tengah bangsa Indonesia, yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai ujian sejak awal kemerdekaan hingga hari ini,” ujar Dudung dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis.

Dudung mengatakan Indonesia telah melalui berbagai tantangan, pergolakan, konflik komunal, hingga perubahan zaman selama 80 tahun merdeka. Namun, sejarah membuktikan Pancasila tetap kokoh sebagai dasar negara yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut dia, perkembangan era digital membuat arus informasi bergerak sangat cepat sehingga berbagai ancaman, seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, dan polarisasi dapat masuk ke ruang pribadi masyarakat melalui telepon genggam.

Di tengah kondisi tersebut, Dudung menilai Pancasila semakin relevan untuk menjadi pedoman masyarakat dalam menyikapi perkembangan teknologi dan informasi.

“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan saling membenci. Kita boleh mengkritik, tetapi jangan memecah persaudaraan. Kita boleh maju mengikuti perkembangan dunia, tetapi jangan pernah kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia, dengan Pancasila yang hidup dalam perilaku kita,” katanya.

Ia menjelaskan pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, antara lain dengan menghormati perbedaan, menolong sesama, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Dudung juga menegaskan pelayanan aparat dan pejabat negara kepada rakyat secara adil, manusiawi, dan tidak sewenang-wenang merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali memaknai Pancasila sebagai falsafah hidup yang tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dudung meyakini Indonesia akan tetap berdiri kokoh, bersatu, dan semakin maju selama masyarakat berpegang teguh pada Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi UUD 1945, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia,” kata Dudung Abdurachman.

Baca juga: KSP kawal percepatan realisasi investasi dan hilirisasi nasional

Baca juga: KSP nilai pembinaan atlet masih terhambat ego sektoral

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |