Jakarta (ANTARA) - Selandia Baru kembali tampil dalam putaran final Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar membuktikan bahwa Oseania memiliki kekuatan untuk bersaing di panggung sepak bola dunia.
Setelah lebih dari satu dekade absen, The All Whites datang dengan skuad yang lebih matang dan lebih berpengalaman.
Selandia Baru menjadi salah satu tim paling unik dalam turnamen tahun ini. Meski tidak pernah dianggap sebagai kekuatan tradisional sepak bola dunia, mereka dikenal memiliki identitas permainan yang mengandalkan disiplin taktik, kekuatan fisik, dan organisasi tim yang solid.
Selandia Baru memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan dalam babak kualifikasi zona Oseania (OFC) dengan menyapu bersih tiga pertandingan Grup B untuk meraih sembilan poin penuh atas Tahiti, Vanuatu, dan Samoa.
Pada fase gugur, The All Whites mengalahkan Fiji dalam semifinal sebelum menundukkan Kaledonia Baru pada partai final untuk lolos langsung ke putaran final Piala Dunia.
Baca juga: Profil Timnas Austria, kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiga Selandia Baru dalam ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Debut mereka terjadi pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, tapi baru kembali tampil pada 2010 di Afrika Selatan dan mencatatkan salah satu kisah paling mengejutkan dalam turnamen tersebut.
Kala itu, The All Whites berhasil menyelesaikan fase grup tanpa kekalahan setelah imbang melawan Slovakia, Italia, dan Paraguay.
Meski gagal lolos ke babak gugur, Selandia Baru menjadi salah satu dari sedikit tim yang tidak terkalahkan sepanjang fase grup. Kini, lebih dari 16 tahun kemudian, mereka berupaya menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Oseania.
Baca juga: Profil Timnas Aljazair, kembali ke Piala Dunia setelah 12 tahun
Pemain kunci dan pelatih kepala
Nama terbesar dalam skuad Selandia Baru adalah Chris Wood. Penyerang berusia 34 tahun itu merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Wood telah mencatatkan 88 penampilan internasional dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa Selandia Baru.
Pengalamannya bermain lebih dari satu dekade di Liga Inggris bersama Burnley, Newcastle United, dan Nottingham Forest membuatnya menjadi sosok penting di lini depan The All Whites.
Selandia Baru saat ini ditangani oleh pelatih asal Inggris, Darren Bazeley, yang dipercaya memimpin proyek regenerasi sepak bola nasional.
Sebelum menangani tim senior, Bazeley
berpengalaman melatih tim kelompok usia Selandia Baru, termasuk tim U-20 dan U-23. Dia juga pernah bekerja sebagai asisten pelatih Colorado Rapids di Amerika Serikat.
Di bawah kepemimpinannya, Selandia Baru bertekad memainkan sepak bola yang lebih modern dengan fokus pada pengembangan pemain muda dan penguatan identitas kolektif tim.
Baca juga: Profil Timnas Argentina, misi juara bertahan di Piala Dunia 2026
Daftar pemain Selandia Baru
Kiper: Max Crocombe, Alex Paulsen, Michael Woud.
Bek: Tyler Bindon, Michael Boxall, Liberato Cacace, Francis De Vries, Callan Elliot, Tim Payne, Nando Pijnaker, Tommy Smith, Finn Surman.
Gelandang: Lachlan Bayliss, Joe Bell, Alex Rufer, Marko Stamenic, Ryan Thomas.
Penyerang: Kosta Barbarouses, Matt Garbett, Eli Just, Callum McCowatt, Ben Old, Jesse Randall, Sarpreet Singh, Ben Waine, Chris Wood.
Berikut jadwal fase grup Selandia Baru di Piala Dunia 2026:
Selandia Baru tergabung di Grup G bersama Iran, Mesir, dan Belgia.
Selasa, 15 Juni pukul 08.00 WIB: Iran vs Selandia Baru (Los Angeles Stadium)
Senin, 22 Juni pukul 08.00 WIB: Selandia Baru vs Mesir (Vancouver Stadium)
Sabtu, 27 Juni: Selandia Baru vs Belgia (Vancouver Stadium)
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































