Pramono jelaskan penyebab macet yang terjadi di Cakung-Cilincing

1 month ago 10

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa kemacetan yang terjadi di kawasan Cakung-Cilincing disebabkan karena jumlah kontainer yang keluar dan masuk tidak berimbang.

“Kemacetan yang terjadi karena disebabkan antara yang masuk dan yang keluar itu tidak balance. Sekarang ini banyak sekali kontainer-kontainer yang berisi dari impor kemudian masuk ke Jakarta tetapi kontainer-kontainer yang kosong untuk ekspor kebetulan mengalami penurunan yang signifikan sehingga terjadi antrian di mana-mana,” papar Pramono di kawasan Jakarta Utara, Kamis.

Oleh sebab itu, banyak kontainer yang akhirnya diparkirkan di pinggir jalan. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab kemacetan horor di kawasan tersebut.

Untuk itu, ia memutuskan dan memerintahkan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar kontainer yang kosong dapat diparkirkan di Terminal Tanah Merdeka.

“Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone (zona penyangga),” papar Pramono.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, mulai kembali lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn).

Baca juga: Sudinhub: kemacetan truk di Cakung akibat operasional depo kurang optimal

Ia mengatakan kondisi lalu lintas di kedua arah sudah berangsur normal. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (22/7) malam.

Budi menjelaskan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 19.30 WIB, arus kendaraan mulai kembali bergerak dan kepadatan berangsur terurai.

Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Dishub DKI akan melanjutkan rekayasa lalu lintas pada hari berikutnya mulai pukul 15.00 WIB. Penutupan U-turn akan kembali dilakukan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) oleh personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Dalam penanganan tersebut, Dishub DKI mengerahkan 75 personel yang terdiri dari 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta sekitar 15 personel dari tingkat provinsi yang disebar di sejumlah titik.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengarahkan pengemudi truk menuju Terminal Tanah Merdeka untuk menunggu apabila terjadi antrean menuju depo peti kemas.

Senada dengan Pramono, Budi menjelaskan, kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor.

Kondisi tersebut menyebabkan peti kemas menumpuk di pelabuhan maupun depo sehingga memicu antrean panjang truk.

"Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," ucap Budi.

Baca juga: Cegah macet, Sudinhub Jaktim terapkan rekayasa lalin di simpang Cakung

Baca juga: Macet parah di Cakung-Cilincing akibat aktivitas bongkar muat di depo

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |