Pramono ingatkan Majelis Kaum Betawi jaga persatuan

6 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai lembaga adat utama agar dapat menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu, pelestari budaya sekaligus mitra strategis pemerintah.

“Dalam peringatan haul ke-85 M.H. Thamrin ini, sebagai Gubernur Jakarta, harapan saya sederhana, semoga Majelis Kaum Betawi dapat bersatu. Tidak perlu lagi ada perpecahan. Apa pun yang menjadi tanggung jawab saya, pasti akan saya kerjakan,” kata Pramono di TPU Karet Bivak, Minggu.

Dikatakannya, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) secara tegas menyebutkan bahwa budaya utama Jakarta adalah budaya Betawi.

Oleh karena itu, kata dia, hampir seluruh kegiatan di Balai Kota kini selalu menampilkan unsur Betawi, mulai dari busana, transportasi umum, hingga ornamen budaya.

“Ke depan, saya berharap di era kepemimpinan saya, Majelis Kaum Betawi benar-benar dapat bersatu. Mulai tahun ini, wajah Betawi harus hadir di seluruh batas kota, ornamen gedung, taman, RPTRA, hingga desain kawasan. Saya selalu meminta para arsitek dan desainer untuk menonjolkan identitas Betawi dalam setiap pembangunan,” kata Pramono.

Baca juga: Pramono tegaskan komitmen lestarikan budaya Betawi di Jakarta

Adapun kehadirannya dalam haul ke-85 sekaligus ziarah makam Pahlawan Nasional Mohammad Husni (MH) Thamrin menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan MH. Thamrin bagi masyarakat Betawi dan bangsa Indonesia.

“Mohammad Husni Thamrin memiliki peran besar melalui berbagai lobi internasional terhadap penjajah. Karena itulah, MH. Thamrin bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia,” ujar Pramono.

Menurutnya, nilai perjuangan MH. Thamrin dalam membela dan melindungi masyarakat kecil menjadi prinsip utama dalam menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta.

Nilai tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, serta jaminan kesehatan melalui BPJS.

“Oleh karena itu, saya secara rutin mengunjungi puskesmas dan rumah sakit yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Baca juga: Bamus Betawi usul revisi Perda Pelestarian Budaya kepada Pramono

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 sekaligus Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Pramono atas kehadirannya dalam haul ke-85 MH. Thamrin.

Pria yang akrab disapa Foke ini juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas rencana pemindahan patung MH. Thamrin ke Jalan MH. Thamrin serta revitalisasi Museum MH. Thamrin.

“Kami meyakini bahwa penghormatan kepada Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kami bangga karena nama beliau diabadikan sebagai nama boulevard utama Jakarta. Namun lebih dari itu, nilai-nilai perjuangannya harus terus direplikasi dan diterapkan dalam menjawab berbagai persoalan bangsa saat ini,” ujarnya.

Foke menambahkan, nilai persatuan dan kesatuan yang diperjuangkan MH. Thamrin dalam merangkul berbagai golongan demi kemerdekaan bangsa harus menjadi teladan bagi seluruh masyarakat, khususnya kaum Betawi.

Baca juga: Pramono angkat budaya Betawi dengan membuat pembatas antarkota

Baca juga: DKI pindahkan patung lama M.H. Thamrin ke Balai Kota

“Ini merupakan tantangan sekaligus panggilan bagi kaum Betawi untuk bersatu, mengonsolidasikan potensi yang ada, serta memberdayakannya demi kesejahteraan masyarakat Betawi, Kota Jakarta, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” tutupnya.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |