Jakarta (ANTARA) - Berbagi earphone masih sering dilakukan pada teman atau pasangan sebagai wujud kepedulian atau meningkatkan suasana romantis, namun pada kenyataannya ada konsekuensi risiko yang dapat mengganggu kesehatan telinga.
Ditulis laman Hindustan Times, Selasa (28/4), konsultan THT di Fortis Greater Noida, Dr. Anil Kumar Rai mengatakan penggunaan earbud bersama dapat menyebabkan masuknya kontaminan lain yang mengganggu lingkungan telinga dan memungkinkan mikroorganisme untuk berkembang biak.
“Saluran telinga berfungsi sebagai ekosistem mikro sebagai ruang yang terlindungi tetapi kotoran eksternal, bakteri, dan jamur ketika masuk ke ruang ini, dapat menciptakan ketidakseimbangan. Dalam praktik klinis, hal ini sering terlihat,” katanya.
Baca juga: Dokter sarankan aturan 60–60 saat memakai headphone
Rai menyebutkan beberapa kondisi umum yang disebabkan oleh berbagi earphone di antaranya otomikosis dengan gatal hebat dan serpihan jamur berwarna hitam atau putih, infeksi telinga bakteri dengan gejala nyeri, pembengkakan, dan keluarnya nanah juga bisa terjadi.
Selain itu bisa muncul dermatitis kontak akibat reaksi alergi terhadap kotoran telinga atau bahan asing, furunkulosis, yang bermanifestasi sebagai infeksi lokal yang menyakitkan dan dalam kasus yang jarang terjadi tetapi serius, penyebarannya menyebabkan selulitis di sekitar telinga.
Dr. Rai juga mengungkapkan kasus lain di mana dua individu yang berbagi earbud saat berolahraga mengalami infeksi jamur pada waktu yang bersamaan, menunjukkan betapa mudahnya mikroba dapat berpindah.
Baca juga: Mana lebih aman untuk telinga, TWS atau earphone kabel?
Dokter sangat menyarankan untuk tidak berbagi earphone karena akibat masalah kebersihan, bakteri atau benda asing lainnya dapat masuk ke telinga.
Rai menyebutkan beberapa tips yang bisa dilakukan jika harus berbagi earphone seperti membersihkannya dengan tisu beralkohol 70 persen sebelum dan sesudah digunakan orang lain, gunakan penutup silikon yang dapat dilepas dan diganti secara berkala.
Hindari berbagi eraphone jika salah satu atau keduanya mengalami gatal, keluar cairan atau nyeri pada telinga. Rai juga menyarankan untuk menjaga agar telinga tetap kering untuk menghindari penyebaran infeksi dan jika perlu beralih pada perangkat headphone over-ear daripada in-ear.
Baca juga: Suka pakai headset? Ini efek samping yang perlu diwaspadai
Baca juga: 8 bahaya gunakan headset terlalu lama: Simak sebelum terlambat
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































