Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menghadirkan program pemberdayaan ekonomi Zmart, yakni program bantuan usaha toko kelontong untuk mustahik di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Program ini menyasar 40 mustahik sebagai penerima manfaat dengan total nilai bantuan mencapai Rp320 juta, yang merupakan kolaborasi antara Baznas RI sebesar Rp240 juta dan Baznas Kabupaten Purworejo sebesar Rp80 juta.
"Mereka kita tambahi barangnya, kita perbagus tokonya, kita dampingi dan kita ajari manajemen sederhana agar uang yang merupakan modal dari warung itu tidak gelundung ke dapur," kata Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Imdadun menyebutkan, selain dukungan modal para pengelola Zmart di Purworejo juga dibekali dengan pelatihan soft skill dan hard skill kewirausahaan.
Baca juga: Kemenag minta Baznas putus rantai kemiskinan lewat beasiswa mustahik
Untuk mempermudah rantai pasok dagangan, Baznas menjalin kerja sama logistik dengan pihak ketiga melalui aplikasi digital, yang memungkinkan para ibu pengelola warung melakukan belanja stok dan pengantaran barang secara lebih efisien dan modern.
"Namanya warung kecil pasti pasang surut. Maka kewajiban Baznas, mari kita dorong agar tidak surut, tetapi terus berkembang. Oleh karenanya, maka kita bantu dengan program Zmart," ujar Imdadun.
Ia juga mengingatkan agar modal usaha ini dijaga dengan ketat dan tidak digunakan untuk kepentingan konsumtif keluarga.
"Saya beri peringatan keras, haram hukumnya bapak-bapak ini mengambil dari modal ibu-ibu untuk beli rokok. Jangan sampai modalnya gelundung ke dapur, apalagi menjadi rokok. Kita dampingi terus agar para mustahik maju berkembang, dari yang hari ini tangan di bawah, besok tangan di atas menjadi muzaki," ujar Imdadun menegaskan.
Baca juga: Baznas RI perkuat kontribusi dalam ketahanan pangan lewat Balai Ternak
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi tinggi atas langkah Baznas yang menghadirkan program Zmart bagi puluhan warganya.
Program ini disebut sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi di tingkat pemukiman yang sejalan dengan visi Purworejo yang berdaya saing dan sejahtera.
"Tentu kami, Bupati Purworejo, berharap bahwa warung ini khususnya pengelola dapat berkembang dengan baik. Artinya bahwa jangan kemudian modal yang ada ini tadi disampaikan, kelong-kelong sithik-sithik terus habis. Ini kesempatan panjenengan sudah bagus, apalagi nanti ada pendampingan, tokonya diperbaiki, isinya dipantau," tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Suranto.
Diketahui, Program Zmart hadir sebagai bagian dari kontribusi Baznas dalam mendukung Astacita ke-3 pemerintahan Presiden RI terkait penguatan ekonomi kerakyatan.
Hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 5.551 unit Zmart yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, di mana 720 unit di antaranya berada di wilayah Jawa Tengah sebagai upaya nyata pengentasan kemiskinan ekstrem.
Baca juga: Baznas santuni keluarga 15 korban meninggal kecelakaan kereta di Bekasi
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































