Prabowo tekankan ruang kritik dalam persatuan demokratis

1 day ago 7

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa persatuan tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi, selama di dalamnya tetap ada ruang untuk kritik dan koreksi yang membangun.

Kepala Negara, dalam sambutannya pada Perayaan Puncak Natal 2025 di Jakarta, Senin malam, mengatakan demokrasi justru sehat ketika kritik disampaikan secara jujur, bukan melalui fitnah yang dapat memecah belah bangsa.

"Ada yang mengatakan kalau bersatu itu tidak demokratis. Lho, demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik bagus. Tapi, fitnah itu tidak bagus," kata Presiden diikuti secara dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa semua agama mengajarkan larangan berbohong dan menebar fitnah.

Prabowo mencontohkan ajaran dalam agama Kristen yang menegaskan larangan untuk berdusta, serta ajaran dalam Islam yang menyebut fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian, kata Presiden, dapat merusak sendi-sendi kehidupan bersama.

Baca juga: Prabowo: Kita butuh koreksi dan kritik walau kadang menyesakkan

Pada kesempatan itu, Kepala Negara menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik.

Presiden mengaku bersyukur ketika mendapat koreksi karena hal itu justru membantu dan "mengamankan" dirinya dalam menjalankan tugas.

Meski diakui tidak selalu nyaman, kritik dan koreksi menurut Presiden merupakan bentuk kepedulian, seperti ketika anak buahnya mengingatkan seragam yang tidak rapi atau atribut yang belum lengkap.

Prabowo menambahkan keberanian bawahan untuk mengoreksi bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan upaya menjaga wibawa dan tanggung jawab pimpinan.

"Lho, ini anak buah kok berani koreksi? Tapi, dia koreksi untuk mengamankan saya," ujarnya seraya mengajak seluruh elemen bangsa untuk membedakan antara kritik yang membangun dan fitnah yang merusak persatuan.

Baca juga: KSP: Pemerintahan Prabowo tak "tone deaf", terima masukan dan kritik

Baca juga: Ketua DPR: Jadikan kritik cahaya penerang jalan kita bersama

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |