Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti peningkatan laba sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) pada semester I 2026 sebagai hasil pembenahan pengelolaan perusahaan negara.
Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat malam, menyebut PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai salah satu BUMN yang mencatat peningkatan laba.
"PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian sekarang naik keuntungannya 252 persen. PT Pupuk Indonesia naik. BUMN yang dulu rugi sekarang untung," kata Prabowo sebagaimana dipantau secara daring.
Menurut Prabowo, peningkatan kinerja Pupuk Indonesia terjadi bersamaan dengan langkah pemerintah menurunkan harga pupuk.
Berdasarkan data perusahaan, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp8,51 triliun pada semester I 2026, meningkat 252,8 persen dibandingkan Rp2,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain Pupuk Indonesia, Prabowo menyebut laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meningkat sekitar 400 persen pada semester I 2026.
Ia juga menyebut peningkatan laba terjadi pada sejumlah BUMN lainnya, antara lain PT Pertamina (Persero) sebesar 86 persen, PT Pegadaian sebesar 84 persen, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebesar 54 persen.
Prabowo mengatakan peningkatan kinerja tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan konsolidasi dan memperbaiki pengelolaan kekayaan negara.
Menurut dia, pembenahan BUMN diperlukan agar kekayaan negara dapat dikelola secara efisien dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Angka pertumbuhan laba sejumlah BUMN tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta pada 14 Agustus 2026.
Saat itu, Prabowo menyebut laba bersih Semen Indonesia meningkat 408,9 persen pada semester I 2026, Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 yang dipublikasikan setelah pidato tersebut, Semen Indonesia membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp207 miliar atau meningkat sekitar 446 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Kenang PAN saat masa sulit, Prabowo mengaku hampir menangis
Baca juga: Prabowo kaitkan kesejahteraan hakim dengan pemberantasan korupsi
Baca juga: Prabowo: Sumpah saya melihat Indonesia sejahtera
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































