Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan kebijakan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu dilakukan untuk membenahi tata kelola dan mencegah laporan palsu dalam kegiatan ekspor.
Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat malam, mengatakan ekspor yang selama ini dinilainya tidak jelas akan disatukan melalui badan usaha milik negara (BUMN).
"Kita juga sekarang semua ekspor yang selama ini enggak jelas, penuh dengan kebohongan, penuh dengan laporan palsu, kita satukan sekarang harus melalui BUMN, harus melalui satu pintu," katanya.
Prabowo mengatakan pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola kekayaan negara agar hasil kegiatan ekonomi memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Menurut dia, pemerintah ingin kekayaan alam Indonesia dikelola secara transparan dan memberikan hasil yang optimal bagi negara.
Selain menerapkan kebijakan ekspor satu pintu, Prabowo mengatakan pemerintah akan membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
"Ini kita juga akan bikin bursa mineral pertama kali milik negara mulai 1 Januari 2027," katanya.
Rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis tersebut sebelumnya telah diumumkan Prabowo saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Saat itu, Prabowo menyebut pembentukan bursa sebagai tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang dijalankan pemerintah.
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis direncanakan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Pemerintah juga menargetkan pembentukan harga acuan Indonesia atau Indonesia Reference Price bagi berbagai komoditas utama ekspor melalui bursa tersebut.
Prabowo mengatakan Indonesia merupakan salah satu produsen berbagai komoditas penting dunia, antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet.
Menurut dia, keberadaan bursa di dalam negeri diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki posisi lebih kuat dalam pembentukan harga komoditas yang dihasilkannya.
Baca juga: Jangan panggil Eyang, Prabowo pilih Bang Bowo atau Mas Bowo
Baca juga: Prabowo di HUT PAN: Saya datang sebagai saudara dan abang
Baca juga: Prabowo soroti lonjakan laba sejumlah BUMN
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































