Banjarbaru (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor kini fokus berupaya memadamkan bara tersembunyi di bawah lapisan gambut yang banyak membakar lahan di area ring 1 bandara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
"Kami mengerahkan tangki lipat portable sebagai sumber suplai air untuk mendukung proses pembasahan dan pendinginan lahan gambut," kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Jumat.
Baca juga: Operasi udara TNI AU percepat pemadaman karhutla di Ring 1 Kalsel
Tangki lipat yang disiapkan Lanud tersebut menjadi dukungan penting dalam menghadapi karakter kebakaran gambut yang berbeda dengan kebakaran di permukaan.
Danlanud menyebut air harus tersedia sedekat mungkin dengan lokasi penanganan agar proses pembasahan dapat dilakukan secara optimal, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap.
Personel bergerak menyisir titik-titik yang masih menunjukkan tanda panas di bawah permukaan tanah.
Air dari tangki dimanfaatkan membasahi area terdampak dan menurunkan temperatur permukaan, sekaligus mendukung proses pendinginan pada lokasi yang berpotensi menyimpan bara.
Baca juga: Kemhan kirim dua mobil damkar dan APD atasi karhutla di Kalsel
Baca juga: Kemenhan kirim tangki air lipat untuk penanganan karhutla Kalsel
"Dengan metode suntik melalui pipa yang ditanam ke dalam tanah, proses pendinginan tidak hanya dilakukan pada bagian atas lahan, namun dapat membasahi lapisan gambut agar menghambat bara kembali menyala," ujarnya.
Danlanud menambahkan pengerahan tangki lipat dan penerapan metode suntik gambut merupakan langkah mempercepat penanganan karhutla, khususnya dalam menghadapi bara yang masih bertahan di bawah permukaan gambut.
Pewarta: Firman
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































