Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bercerita makna “Margo Ono” yang merupakan nama mendiang kakeknya, Margono Djojohadikusumo, kepada para petinggi Partai Amanat Nasional (PAN).
Dalam pidatonya yang diberikan saat puncak peringatan HUT Ke-28 PAN di Jakarta, Jumat (18/9) malam, Presiden menyinggung lebih dulu persoalan keuangan yang dialami PAN.
Presiden Prabowo mulai menjelaskan makna “Margo Ono” dengan bercerita tentang sosok mendiang kakeknya.
“Dulu, kakek saya Pak Margono itu lahir dari keluarga yang sangat miskin. Sangat miskin. Karena ya, katanya ningrat, tetapi ningrat yang miskin. Karena dulu ikut Pangeran Diponegoro melawan Belanda,” kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo di HUT PAN: Saya datang sebagai saudara dan abang
Walaupun demikian, Presiden melanjutkan, orang tua Margono saat itu punya firasat.
“Orang tua Pak Margono punya insting, punya firasat. Pak Margono itu anak kedua. Begitu Pak Margono lahir, bapaknya itu merasa: Oh anak inilah yang akan membawa keluarga kita keluar dari kemiskinan. Jadi, dikasih nama Margono. Margo Ono. Ada jalan. Jadi, saya tiap kali kesulitan, saya ingat Margo Ono. Ada jalan,” ujar Prabowo.
Selepas bercerita mengenai arti nama kakeknya itu, Presiden kembali menyinggung persoalan yang dialami PAN.
“Jadi, pemimpin PAN tenang. Lu enggak usah lapor sama gue. Gue udah tahu. Lu, gue udah tahu lu agak bokek. Ini semua lu masih utang. Bener enggak? Dia utang itu. Zulhas sama Hatta Rajasa gagah aja, hanya dalam hati kapan gue bayar itu semua. Tenang, Margo Ono. Percaya saudara-saudara,” kata Prabowo kepada Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.
Raden Mas Margono Djojohadikusumo merupakan ayah dari Sumitro Djojohadikusumo, dan kakek Presiden Prabowo Subianto. Margono ikut terlibat dalam perjuangan mencapai kemerdekaan, di antaranya ikut berperan sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Margono juga pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan menjadi direktur utama pertama bank pelat merah tersebut.
Baca juga: Prabowo hadir dalam perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta
Baca juga: Zulhas ajak seluruh parpol gotong royong bangun Indonesia
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































