Prabowo: Proyek hilirisasi senilai 6 miliar dolar AS segera dimulai

4 hours ago 5
"Kita juga dalam waktu berapa minggu ini, kita akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11 (proyek). Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar (AS),"

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan segera memulai sejumlah proyek hilirisasi senilai 6 miliar dolar AS dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin, Prabowo menyebut proyek tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.

Menurut Prabowo, sedikitnya terdapat enam proyek hilirisasi yang siap dimulai untuk tahap awal. Bahkan, proyek ini berpotensi bertambah hingga 11.

"Kita juga dalam waktu berapa minggu ini, kita akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11 (proyek). Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar (AS)," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa proyek hilirisasi akan dibarengi dengan masuknya investasi besar-besaran dari luar negeri.

Oleh karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola proyek.

"Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk kita. Untuk itu harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manager-manager muda yang bisa menjaga mengelola proyek-proyek ini," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan proses industrialisasi yang ideal membutuhkan waktu panjang, bahkan bisa mencapai 10-20 tahun. Namun, pemerintah berupaya untuk mempercepat tahapan tersebut melalui kebijakan dan dukungan yang terintegritas.

Presiden juga menekankan, hilirisasi menjadi kunci bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Memiliki kekayaan alam yang melimpah, tidak akan cukup jika tanpa dibarengi dengan penguatan industri. Menurut Prabowo, kekayaan tersebut pada akhirnya berisiko tidak memberikan manfaat optimal bagi bangsa.

Selain itu, keberhasilan program hilirisasi sangat bergantung pada ketersediaan pendanaan dan pengelolaan yang baik. Pemerintah optimistis mampu mencapai tujuan hilirisasi nasional dengan manajemen yang profesional dan terarah.

"Kalau kita tidak kuat tapi kita kaya, bisa-bisa kekayaan kita direbut. Karena itu, kita harus bekerja keras program hilirisasi. Kita membutuhkan uang, tapi saya optimis dengan pengelolaan yang baik, kita akan mampu mencapai tujuan hilirisasi itu," jelas Presiden.

Baca juga: BNI sediakan layanan keuangan untuk penguatan Sekolah Rakyat

Baca juga: Prabowo sebut tahun ini dimulai 34 proyek "waste to energy"

Baca juga: Mensos ingatkan masyarakat mampu tak manfaatkan Sekolah Rakyat

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |