Prabowo: Penurunan harga pupuk 20 persen pertama dalam sejarah RI

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen melalui reformasi besar-besaran terhadap sistem regulasi dan distribusi.

Dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin, Prabowo mengatakan kebijakan tersebut dinilai memberi dampak langsung bagi petani melalui harga yang lebih terjangkau, serta ketersediaan pupuk yang lebih pasti.

"Kita berhasil pertama kali dalam sejarah bangsa kita, kita berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen," ujar Prabowo.

Penurunan harga pupuk dicapai setelah pemerintah memangkas regulasi yang selama ini menghambat penyaluran pupuk dari pabrik hingga ke tangan petani.

Setelah dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden menargetkan reformasi di sektor pertanian sebagai bagian dari agenda swasembada pangan. Pemerintah kemudian menghapus ratusan aturan yang dinilai tidak efektif dan menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk.

Presiden menyebut dulu terdapat 145 peraturan yang melibatkan 11 kementerian/lembaga serta kepala daerah. Distribusi pupuk bersubsidi pun menjadi sangat panjang sehingga harga yang sampai ke petani menjadi mahal.

"Kita hilangkan itu semua, 145 peraturan kita hapus dan sekarang tidak perlu 13 tanda tangan, cukup 1 tanda tangan, 1 instruksi. Kemudian pupuk itu langsung ke petani dan petani tidak perlu pakai macam-macam, cukup kartu penduduk," kata Prabowo.

Presiden menambahkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat melaporkan bahwa potensi penurunan harga pupuk bisa hingga 25 persen. Namun, Presiden memilih menahan sebagian penurunan agar pabrik pupuk tetap memperoleh keuntungan yang wajar.

Meski demikian, volume penyaluran pupuk justru meningkat signifikan hingga 700 ribu ton.

Selain penurunan harga pupuk, Prabowo juga menyampaikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat meningkat dari 106 menjadi 125 atau yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

"Sekarang juga perberasan, perberasan petani-petani beras sekarang penghasilannya naik. Nilai tukar petani naik, dari 106 jadi 125, tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," jelasnya.

Menurut Presiden, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antar kementerian dan lembaga. Ia pun menekankan pentingnya rasa percaya diri nasional dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi.

Baca juga: Presiden resmikan RDMP Balikpapan, kilang minyak terbesar di Indonesia

Baca juga: Wamentan tegaskan harga pupuk subsidi turun demi produktivitas petani

Baca juga: Mentan: Kios dan distributor mulai patuhi penuruan harga pupuk subsidi

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |