Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah terus mendukung berbagai kebutuhan warga yang saat ini mengungsi akibat bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatra, yaitu di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dalam siaran resmi Presiden RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, Presiden Prabowo menjelaskan bantuan untuk para pengungsi disalurkan secara terus-menerus baik melalui jalur darat dan udara, termasuk menggunakan bantuan helikopter, pesawat Hercules, dan pesawat angkut terbaru TNI AU A400M.
"Kita telah berangkatkan tiga pesawat Hercules C130 dan satu pesawat A400. Untuk kesekian kalinya, kita kirim bantuan. Pemerintah bergerak cepat dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan melalui jalur darat dan udara, dan terus-menerus kebutuhan mereka (pengungsi, red.) di lapangan kita dukung," kata Presiden Prabowo dalam cuplikan tayangan yang disiarkan akun resmi media sosial Presiden RI @presidenrepublikindonesia di Jakarta, Sabtu.
Dalam tayangan yang sama, sejumlah dapur-dapur MBG di daerah bencana juga langsung disulap untuk menjadi dapur umum untuk pengungsi. Beberapa dapur-dapur MBG yang beralih fungsi itu di antaranya dapur MBG yang dikelola oleh SPPG Daulat Lae-Langge dan SPPG Subulussalam di Aceh, dan SPPG Cengkeh Turi Binjai Utara di Sumatra Utara.
Baca juga: Mendagri serahkan bantuan untuk warga terdampak bencana Aceh
Presiden Prabowo, dalam tayangan tersebut, yang merupakan rekaman atas acara peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, Jumat (28/11), juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Mari kita senantiasa bersatu dan bergotong royong, mendoakan serta membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati," ujar Presiden Prabowo.
Sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Selasa (25/11) diterjang banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan seratusan lebih warga meninggal dunia, ratusan warga lainnya masih dinyatakan hilang, serta akses transportasi darat, listrik, dan komunikasi terputus selama beberapa hari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per 29 November 2025 jumlah korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor mencapai 303 orang, kemudian 279 orang dinyatakan hilang, dan 18 orang luka-luka.
Dari angka itu, 166 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumatra Utara, 90 orang di Sumatra Barat, dan 47 orang di Aceh. Sementara itu, 133 orang di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang, di Sumatra Barat ada 85 orang dinyatakan hilang, dan 51 orang dinyatakan hilang di Aceh.
Hingga hari ini, total ada 11 helikopter milik TNI dan Basarnas yang dikerahkan untuk mengangkut bantuan ke lokasi terdampak bencana. Sementara itu, enam kapal perang (KRI) juga dikerahkan untuk membantu evakuasi, dan pengiriman bantuan.
"KRI yang dikerahkan yaitu kapal bantu rumah sakit KRI dr. Soeharso-990, KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, serta evakuasi korban, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang siap membawa bantuan berupa bahan kontak, tenda lapangan, peralatan kesehatan, dan perahu karet. Selain itu, dikerahkan juga KRI Brawijaya-320 dalam penanggulangan bencana alam ini," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Tunggul melanjutkan kapal-kapal itu berlayar dari Jakarta dan Surabaya menuju Nias dan Belawan mulai 29 November 2025 sampai dengan 1 Desember 2025.
Baca juga: Bantuan Presiden tiba, Wagub Sumbar pastikan tidak menumpuk di posko
Baca juga: BGN kirim 1.500 paket MBG untuk korban bencana di Sumatera Utara
Baca juga: Staf kepresidenan tinjau kerusakan infrastruktur di Padang Pariaman
Baca juga: Kemensos terbangkan langsung obat-dapur umum ke Aceh, Sumut, Sumbar
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































