Posko mudik ramah anak dinilai perlu disediakan

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Akademisi Pendidikan Tinggi Seluruh Indonesia (ASADIKTISI) Susanto menilai posko layanan mudik ramah anak perlu disediakan, dan perguruan tinggi dapat membantu memfasilitasi sebagai bentuk kontribusi pengabdian kepada masyarakat.

Posko mudik ramah anak berbasis kampus itu, kata dia, menyediakan area bermain anak untuk istirahat sementara, pojok literasi anak yang menyenangkan, pemeriksaan kesehatan anak, layanan psikologis jika diperlukan, pengecekan kendaraan ringan agar aman untuk keluarga dan anak serta layanan lain yang diperlukan anak.

"Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, serta partisipasi aktif mahasiswa, mudik dapat menjadi momentum mobilitas nasional yang aman, produktif, dan berdampak positif bagi pembangunan Indonesia," kata Susanto di Jakarta, Jumat.

Selain posko mudik, perguruan tinggi juga dinilai dapat melakukan kampanye keselamatan berkendara kepada masyarakat, pengemudi transportasi umum, serta komunitas pengguna jalan.

"Melalui kegiatan penyuluhan di masyarakat, kampus dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perencanaan perjalanan, keselamatan jalan, serta penggunaan transportasi umum," ujar Susanto.

Di sisi lain, perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah, operator transportasi, dan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi selama masa mudik Lebaran.

Baca juga: Pemprov DKI prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi dua kali

Susanto mengatakan mudik merupakan tradisi dengan nilai sosial yang kuat bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan mobilitas yang mencapai ratusan juta perjalanan setiap tahun, mudik juga menjadi tantangan besar bagi sistem transportasi nasional.

Kementerian Perhubungan mencatat pada periode Angkutan Lebaran 2025, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mencapai sekitar 154,6 juta orang, atau sekitar 54,89 persen dari total populasi Indonesia.

Pergerakan tersebut menghasilkan lebih dari 358 juta perjalanan nasional selama periode mudik dan arus balik. Angka ini menunjukkan mudik bukan sekadar tradisi, tetapi juga fenomena mobilitas nasional yang memerlukan pengelolaan transportasi yang matang, kolaboratif, dan berbasis data.

Puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi sebanyak dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret.

Sedangkan puncak arus balik diprediksi jatuh pada 24 dan 25 Maret, serta 28 dan 29 Maret.

"Dengan skala mobilitas yang sangat besar tersebut, mudik seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan tahunan, tetapi sebagai momentum pembangunan transportasi dan literasi keselamatan nasional," ungkap Susanto.

Baca juga: Jasamarga siapkan layanan operasional Ruas MBZ masa Angkutan Lebaran

Baca juga: TNI kerahkan 105.365 personel untuk jaga keamanan saat arus mudik

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |