Jakarta (ANTARA) - Cristiano Ronaldo dan Luka Modric bahu-membahu memainkan 223 pertandingan selama enam tahun di Real Madrid sejak 2012 sampai 2018.
Ronaldo lebih dulu bergabung dengan raksasa Liga Spanyol itu, namun juga yang lebih dulu meninggalkan klub itu ketimbang Modric.
Mereka bersahabat, baik di dalam maupun di luar lapangan, termasuk ketika harus saling berhadapan, terutama saat membela timnas mereka, Portugal dan Kroasia, serta setelah sama-sama tak lagi memperkuat Madrid, dalam laga tingkat klub.
Di tingkat timnas, walau kedua negara sudah bertemu 10 kali dalam berbagai kompetisi, Modric dan Ronaldo baru bertemu tiga kali. Ketiganya terjadi pada babak 16 besar Euro 2016, Nations League pada 17 September 2020, dan Nations League lagi pada 5 September 2024.
Ketiga laga itu dimenangkan oleh Portugal, dan tiga kemenangan itu adalah bagian dari tujuh kemenangan yang dicatat Selecao dari 10 pertemuan dengan Kroasia sebelum Piala Dunia 2026. Kroasia hanya menang satu kali.
Di level Piala Dunia, baru dalam Piala Dunia 2026 kedua pemain veteran nan ikonik itu saling berhadapan.
Mereka akan reuni ketika Portugal ditantang Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Toronto, Kanada, pada Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB.
Pertemuan ini unik karena terjadi saat usia mereka sudah menginjak kepala empat.
Sebelum ini, hanya Roger Milla pemain non kiper berusia 40 tahun atau lebih yang bermain dalam putaran final Piala Dunia.
Kiprah Modric dan Ronaldo dalam Piala Dunia 2026 mendapat respons beragam. Ada yang menyambut positif, ada yang tidak.
Ronaldo dianggap menghambat generasi emas Portugal edisi ini dalam merengkuh pencapaian tertinggi, termasuk menjuarai Piala Dunia.
Tapi secara umum, dunia sepak bola menghormati warisan dan kiprah kedua pemain. Modric bahkan dihormati oleh rekan-rekan satu timnya, yang mungkin sebesar diberikan pemain-pemain Argentina kepada Lionel Messi.
Sepintas lebih baik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































