Makassar (ANTARA) - Kepolisian memeriksa kru Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang membawa puluhan penumpang hingga dinyatakan tenggelam di Perairan Selayar bagian barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Rabu (15/7).
"Saat ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan ABK (anak buah kapal)," kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu.
Didid menjelaskan nakhoda dan sembilan ABK diperiksa secara intensif oleh penyidik unit Reskrim Polsek Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu, oleh personel gabungan BKO Polres Kepulauan Selayar, serta personel Satuan
Reskrim dan Satuan Polairud Polda Sulsel.
"Pemeriksaan ini adalah bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas," paparnya.
Selain pemeriksaan, personel gabungan telah mendata ulang jumlah riil penumpang dan mencocokan data manifes, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah ditemukan maupun yang masih dalam pencarian.
Kapolres menegaskan penanganan musibah KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan, yakni mendukung penuh operasi kemanusiaan di lapangan serta melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan.
“Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Didid menegaskan.
Operasi SAR pencarian korban KLM Nurul Salsa masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Sat Polairud, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.
Dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia dan 25 orang masih dalam pencarian usai kapal penumpang itu karam di laut.
Dari perkembangan terbaru, lima penumpang korban kapal kembali ditemukan KMN Sinar Matoanging 04 pada pencarian hari keempat setelah insiden kapal tenggelam.
Korban ditemukan sedang mengapung di laut dan bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan.
Dengan ditemukannya lima penumpang tersebut, jumlah korban dinyatakan selamat bertambah menjadi 57 orang, sedangkan 20 penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sebelumnya, Kapal KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa penumpang 78 orang.
Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan saat berada di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar, hingga perlahan KM Nurul Salsa tenggelam ke dalam laut.
Baca juga: Basarnas: Lima korban tenggelam KM Nurul Salsa ditemukan selamat
Baca juga: SAR Kendari kirim 28 personel bantu cari kapal tenggelam di Selayar
Baca juga: SAR gabungan perluas pencarian korban KM Nurul Salsa
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































