DPR: Edukasi pemilih pemula penting untuk demokrasi berkualitas

6 hours ago 3

Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza menyatakan pendidikan politik bagi pemilih pemula perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia sekaligus melahirkan generasi pemilih yang bertanggung jawab.

"Harapan kita melalui pendidikan berkelanjutan ini, kualitas pemilihan ke depan bisa lebih baik, baik dari sisi masyarakat yang memilih maupun figur yang dipilih," kata Rycko Menoza dikonfirmasi di Bandarlampung, Sabtu.

Menurut dia, sebagai anggota Komisi II DPR RI yang bermitra dengan penyelenggara pemilu, kegiatan sosialisasi di tengah masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi politik, khususnya bagi pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.

Ia mengatakan edukasi politik harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai arti penting satu suara dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.

Rycko menjelaskan sistem demokrasi langsung di Indonesia diterapkan sejak 2004, sehingga evaluasi terhadap pelaksanaannya perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemilu, baik dari sisi kedewasaan masyarakat dalam menggunakan hak pilih maupun integritas pemimpin yang terpilih.

Dia mengajak para pemilih pemula, termasuk Generasi Z, untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, karena setiap suara yang diberikan akan menentukan masa depan pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.

“Satu suara yang mereka tentukan akan berpengaruh besar kepada masa depan daerah, masa depan provinsi, maupun masa depan bangsa. Kita tentu tidak ingin pertumbuhan dan pembangunan suatu daerah menjadi lambat hanya karena pemimpinnya mencederai amanah dan tersangkut permasalahan hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti harga bahan bakar minyak, harga kebutuhan pokok, hingga pembangunan infrastruktur, merupakan hasil dari keputusan politik yang ditentukan melalui proses demokrasi.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran politik di kalangan pemilih muda menjadi faktor penting dalam memilih pemimpin yang bersih, akuntabel, dan memiliki integritas, sehingga mampu menjaga stabilitas pembangunan daerah maupun nasional.

Pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan, kata dia, dapat meminimalisasi berbagai potensi pelanggaran hukum maupun norma kesusilaan dalam penyelenggaraan pemilu, sekaligus memperkuat kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |