Banyuwangi (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pergelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) memberi inspirasi terhadap kemajuan budaya dan peradabannya.
"Bukan hanya untuk Banyuwangi, tapi juga untuk Jawa Timur, Indonesia dan dunia," kata Gubernur Khofifah saat membuka festival parade busana etnik (BEC) 2026 yang digelar di kawasan Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut dia, BEC juga menjadi wujud kreativitas para budayawan, seniman dan pelaku industri kreatif di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
Melalui orkestrasi bersama pemerintah daerah, lanjut Khofifah, mereka mampu menghadirkan pertunjukan yang tak hanya menarik, tapi juga penuh syarat nilai-nilai seni dan budaya.
"Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi selaku orkestrator dari seluruh kegiatan yang ada di Banyuwangi, terutama BEC. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit dan maju, serta masyarakat bisa terus membangun sinergi dari lokal menuju global," tutur dia.
"Kita dapat melihat sebuah semangat bersama from local to global, hal ini ditunjukkan melalui kekuatan budaya, inovasi serta kreativitas masyarakat Banyuwangi melalui BEC," kata Gubernur Khofifah menambahkan.
Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bersyukur pergelaran BEC yang telah memasuki ke-14 parade busana etnik tetap menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, mulai lokal hingga mancanegara.
"Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberi sumbangsih atas terselenggaranya BEC tahun ini, khususnya untuk seluruh anak-anak muda yang terlibat dalam parade ini," katanya.
Peserta parade busana etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu (18/7/2026) ANTARA/Novi HusdinariyantoIpuk menambahkan, sinergi dan kolaborasi merupakan kunci bagi Banyuwangi sehingga mampu menyajikan berbagai perhelatan berkelas, termasuk BEC.
"Semoga BEC tahun ini juga menjadi tonggak bagi kita semuanya untuk bersama-sama tandang bareng membangun Banyuwangi yang kita cintai," tuturnya.
Ribuan orang tampak antusias dan memenuhi seluruh area penonton, mulai dari sekitar panggung utama hingga kanan-kiri jalan sepanjang rute.
Tema "Perang Bayu" ditampilkan dalam lima fragmen sub tema, melalui kostum, dan mereka menggambarkan perjuangan masyarakat asli Banyuwangi saat perang melawan tentara Belanda pada abad ke-18.
BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN, hingga swasta.
BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF).
Baca juga: Bandara Banyuwangi: Keterisian penerbangan meningkat jelang agenda BEC
Baca juga: Gubernur Khofifah sebut BEC layak berstatus sebagai gelaran nasional
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































