Medan (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyatakan sebanyak 11 tower emergency digunakan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan setelah terjadi kerusakan infrastruktur transmisi akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
"Keberadaan seluruh tower emergency menjadi tonggak penting dalam percepatan penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Minggu.
Mundhakir mengatakan seluruh petugas PLN terus bekerja siang dan malam untuk mempercepat pembangunan tower emergency lokasi terdampak di Kabupaten Serdang Bedagai.
"Berbagai tahapan pekerjaan dilakukan secara paralel, mulai dari mobilisasi material, pembangunan konstruksi, hingga penguatan sistem operasi kelistrikan," ucapnya.
Ia mengatakan kedatangan 11 tower emergency tersebut juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Udara (AU) guna mempercepat mobilisasi peralatan strategis yang dibutuhkan PLN untuk memulihkan sistem kelistrikan.
Pesawat angkut berat C-130 Hercules dan A400M mengangkut tujuh set tower emergency ke Lanud Soewondo, Medan, untuk mempercepat penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak cuaca ekstrem.
"Tujuh tower emergency tersebut terdiri atas dua set yang diberangkatkan dari Jakarta, tiga set dari Balikpapan, dan dua set dari Banjarbaru," ucapnya
Selain itu, terdapat empat set tower emergency dari Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Selatan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih terdampak pengaturan beban selama proses pemulihan berlangsung.
Pihaknya akan terus menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan.
Masyarakat juga dapat memantau informasi kelistrikan maupun menyampaikan laporan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center PLN 123.
Baca juga: PLN selesaikan fondasi tower emergency untuk pemulihan listrik Sumut
Baca juga: Gubernur Sumut minta blackout listrik di Sumatera tak terulang lagi
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































