Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi pada Sabtu malam dengan durasi sekitar tiga menit 21 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Sabtu malam pukul 23.29 WIB. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter," kata petugas PGA Gunung Marapi Asep Antoni di Padang, Sabtu.
Dalam laporannya, PGA tidak bisa merekam tinggi kolom abu vulkanik karena tertutup awan. Saat ini, gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut berstatus Level II atau Waspada. Artinya, masyarakat dilarang berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api itu.
Kondisi tersebut, terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.
Petugas PGA secara berkesinambungan terus mengingatkan tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut dapat menyebabkan munculnya aliran air yang sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.
Baca juga: Badan Geologi catat getaran erupsi 50 detik Gunung Ibu di Maluku Utara
Baca juga: Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 600 meter di atas puncak
Baca juga: Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































