Bengkulu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan penyaluran Biosolar di Provinsi Bengkulu melalui penambahan alokasi di SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor transportasi.
"Pertamina terus melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan alokasi di SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi, percepatan suplai ke Fuel Terminal Pulau Baai, hingga pengaturan antrean oleh petugas marshal agar proses pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan optimal," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi lewat pesan elektronik diterima di Bengkulu, Sabtu.
Pertamina memahami adanya keluhan sebagian pengemudi angkutan terkait antrean dan waktu tunggu pengisian Biosolar di beberapa SPBU yang dipengaruhi meningkatnya konsumsi serta tingginya permintaan di sejumlah titik.
Sebagai bagian dari langkah mangatasi kondisi tersebut, penyaluran Biosolar di SPBU 21.391.11 Kabupaten Kepahiang ditingkatkan menjadi 16 kiloliter per hari.
Selain itu, Pertamina terus mengevaluasi kebutuhan di setiap SPBU sehingga penyesuaian penyaluran dapat dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan pemerataan pasokan di seluruh wilayah layanan.
Pertamina juga mengantisipasi perubahan pola konsumsi akibat pengaturan penyaluran BBM di sejumlah daerah yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu sehingga distribusi terus disesuaikan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, Pertamina memperkuat pengawasan penyaluran Biosolar subsidi melalui verifikasi transaksi menggunakan QR Code Subsidi Tepat, pencocokan nomor polisi kendaraan, serta pemantauan terhadap transaksi yang terindikasi tidak sesuai ketentuan.
Kendaraan yang terbukti melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran akan dimasukkan ke dalam negative list sehingga tidak dapat kembali melakukan transaksi Biosolar subsidi.
"Pengawasan ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan Biosolar subsidi disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai dengan ketentuan pemerintah," ujar Rusminto.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, mengikuti arahan petugas selama berada di area SPBU, serta menjaga ketertiban selama proses antrean agar pelayanan dapat berlangsung lebih lancar.
Apabila masyarakat menemukan dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi, lanjut dia masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat atau melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga pastikan kelancaran distribusi BBM di Bengkulu
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel datangkan kapal tanker BBM di Bengkulu
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































