China berhasil pemulihan terkendali tahap pertama roket Long March-10B

4 hours ago 3

Wenchang, China (ANTARA) - China berhasil melaksanakan peluncuran roket pengangkut Long March-10B dari situs peluncuran wahana antariksa komersial Hainan di Provinsi Hainan, China, pada Jumat (10/7).

Pencapaian itu adalah untuk pertama kalinya sukses menangkap kembali tahap pertama (first stage) sebuah roket pengangkut secara terkendali.

Pada penerbangan perdananya, Long March-10B mengirimkan muatan ke orbit yang telah ditentukan.

Setelah tahap pertama dan kedua pada roket itu berpisah, tahap pertama kembali ke bumi dan berhasil ditangkap di atas sebuah platform lepas pantai menggunakan sistem penangkapan berbasis jaring.

Peluncuran maupun proses penangkapan kembali tahap pertama itu berlangsung dengan sukses.

Misi ini menandai keberhasilan pertama China dalam melakukan penangkapan kembali tahap pertama roket pengangkut secara terkendali, menorehkan terobosan penting dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali (reusable) di negara itu.

Setelah terpisah dari tahap kedua, tahap pertama Long March-10B memulai perjalanan pulang yang ekstrem selama enam menit, yang meliputi fase meluncur tanpa daya dorong (coasting), penyesuaian orientasi, pengereman bertenaga mesin, dan perlambatan aerodinamis.

Tahap pertama tersebut kemudian melakukan pendaratan berpresisi dan berhasil ditangkap oleh sistem jaring penangkap berpenyangga yang berbentuk silang dan berkekuatan tinggi, yang merupakan jenis pertamanya di dunia.

Penangkapan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan mekanisme kait yang terpasang pada tahap pertama tersebut.

Berbeda dengan metode konvensional, Long March-10B menggunakan sistem penangkapan berbasis jaring di laut yang unik. Dalam sistem tersebut, roket terbang langsung menuju jaring raksasa yang dipasang di laut dan ditangkap.

"Sistem penangkapan berbasis jaring menyederhanakan struktur pada tahap pertama, mengurangi bobot, dan meningkatkan kapasitas muatan. Sistem ini juga menunjukkan adaptabilitas yang tinggi terhadap penyimpangan saat pendaratan, sehingga secara efektif 'memperluas' area penangkapan melalui pengoperasian jaring yang terkoordinasi," kata Chen Muye dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

Untuk mendukung inovasi ini, China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) mengirim platform laut pertama untuk penangkapan roket berbasis jaring pada November 2025. Dengan ukuran 144 meter kali 50 meter dan bobot benaman penuh sebesar 25.000 ton, platform ini berfungsi sebagai fondasi krusial bagi sistem penangkapan tersebut.

Xu Xuelei dari CASC mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa struktur menara besar pada platform ini dipasang di atas geladak menggunakan empat penyangga besar.

Sistem itu dilengkapi perangkat LiDAR di setiap sudut untuk secara otomatis melacak posisi dan orientasi roket, serta memanfaatkan kabel khusus guna menyerap energi kinetik dan energi potensial roket. Seluruh proses berlangsung sepenuhnya otomatis dan tanpa awak, sehingga roket dapat tergantung stabil tepat di tengah jaring.

Roket pengangkut Long March-10B merupakan wahana peluncur komersial berbahan bakar cair yang dapat digunakan kembali (reusable). Roket tersebut memiliki tinggi sekitar 63 meter dan diameter 5 meter, daya dorong saat lepas landas sekitar 890 ton dan massa lepas landas sekitar 760 ton.

Dalam konfigurasi yang dapat digunakan kembali, roket ini memiliki kapasitas muatan di orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO) sebesar 16 ton.

"Dirancang terutama untuk pasar peluncuran komersial China, Long March-10B memiliki kapasitas angkut yang lebih besar dan adaptabilitas misi yang lebih besar," ujar Chen.

Dia menjelaskan bahwa roket tersebut dapat memenuhi berbagai persyaratan misi, termasuk mengerahkan konstelasi internet satelit LEO dan meluncurkan satelit komersial berukuran besar, sekaligus secara signifikan menekan biaya peluncuran karena dapat digunakan kembali.

Menurut Chen, penerbangan perdana Long March-10B menandai terobosan di bidang roket angkut berat berbiaya rendah yang dapat digunakan kembali.

Pencapaian ini bertujuan untuk memperkuat daya saing China di sektor antariksa komersial, mempercepat peluncuran rutin menggunakan roket reusable, serta memajukan program roket berawak generasi berikutnya.

Long March-10B juga direncanakan untuk mendukung konstelasi satelit LEO berskala besar dan komunikasi di orbit Bumi menengah (medium Earth orbit/MEO).

Sementara itu, Long March-10C saat ini masih dalam tahap pengembangan intensif. CASC memosisikannya sebagai kendaraan komersial utama dengan kapasitas angkut yang lebih besar guna memenuhi beragam kebutuhan pasar.

"Roket Long March-10A, 10B, dan 10C secara kolektif akan menjadi tulang punggung sistem transportasi antariksa China," kata Long Lehao, pakar dari Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering).

Menurut dia, ketiga roket tersebut akan meningkatkan frekuensi peluncuran roket reusable dan memperluas jangkauan eksplorasi manusia ke luar angkasa dalam.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |