Jakarta (ANTARA) - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai rencana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan dapat memperkuat distribusi logistik serta mendorong konektivitas wilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi jangka panjang.
Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, Djoko mengatakan Kalimantan memiliki karakteristik transportasi yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia, apalagi selama ini, sungai juga menjadi salah satu jalur utama yang digunakan masyarakat dan pelaku usaha untuk mengangkut berbagai komoditas logistik.
"Yang jelas (jika jalur kereta api ada di Kalimantan) ya mengurangi kepadatan jalan lah. (Kemudian) yang dulunya di Kalimantan tuh banyak menggunakan sungai sebenarnya (sebagai jalur logistik)," kata Djoko yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Menurut dia, pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi logistik telah berlangsung lama dan masih menjadi bagian penting dalam sistem distribusi barang di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi geografis yang didominasi sungai menjadikan moda transportasi air berkembang secara alami.
Meski demikian, perkembangan aktivitas ekonomi dan kebutuhan distribusi yang semakin besar membuka peluang hadirnya moda transportasi tambahan yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dengan waktu tempuh yang lebih terukur.
Djoko yang juga akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menilai kereta api dapat menjadi pelengkap transportasi sungai yang sudah ada di Kalimantan.
Kehadiran jaringan rel memungkinkan terciptanya sistem logistik multimoda yang menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan, dan pusat distribusi secara lebih efektif.
Ia menjelaskan Kalimantan memiliki potensi logistik yang cukup besar, termasuk dari sektor sumber daya alam (SDA) salah satunya batu bara dan komoditas unggulan lainnya. Karena itu, keberadaan kereta api dapat memperkuat rantai pasok dan memperlancar pergerakan barang antarkawasan.
Selain meningkatkan efisiensi distribusi, pembangunan jalur kereta api juga berpotensi mengurangi kepadatan angkutan barang di jalan raya. Pengalihan sebagian muatan ke kereta api dapat membantu menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi.
Menurut Djoko, pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan memerlukan perencanaan yang matang melalui studi kelayakan dan penyusunan desain teknis yang komprehensif. Langkah tersebut penting agar jalur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan logistik, kondisi geografis, dan karakteristik wilayah setempat.
Ia menilai dukungan anggaran yang memadai menjadi faktor kunci agar rencana pembangunan dapat direalisasikan. Menurut dia, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur transportasi, termasuk pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan.
Djoko mendorong alokasi anggaran infrastruktur sebesar 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut dia, porsi tersebut dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis, mulai dari jalan, jembatan, jalan desa, perumahan, hingga sektor transportasi perkeretaapian yang berperan penting dalam mendukung konektivitas dan efisiensi logistik nasional.
Pembangunan jaringan rel di Kalimantan juga berpotensi mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru. Konektivitas yang semakin baik diyakini mampu menarik investasi, membuka peluang usaha, dan menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih merata.
Adapun pemerintah membidik pembangunan sepanjang 2.772 kilometer jalur kereta api di Pulau Kalimantan sebagai upaya memperkuat konektivitas dan mendukung distribusi logistik di wilayah tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap perhitungan dan perencanaan oleh pemerintah.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4).
Pemerintah akan membentuk komite yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk mengakomodasi masukan serta menyempurnakan perencanaan jaringan perkeretaapian nasional.
Menurut dia, komite tersebut juga akan berperan dalam penyempurnaan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar selaras dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan.
AHY mengungkapkan hingga saat ini Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api, sehingga panjang jalur di wilayah tersebut masih tercatat nol kilometer.
Padahal, wilayah Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk sektor mineral, yang membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi memadai.
Oleh karena itu rencana pembangunan jalur kereta api akan membuka konektivitas antarprovinsi di Kalimantan, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat.
Selain itu, dapat meningkatkan efisiensi distribusi logistik, terutama untuk komoditas sumber daya alam yang selama ini bergantung pada moda transportasi lain.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































