Kepercayaan yang mengantarkan pada pecahnya rekor dunia

1 hour ago 2
Tidak ada penghargaan internasional untuk keluarga yang pulang membawa pengalaman spiritual yang membahagiakan. Tidak ada medali bagi kepercayaan yang berhasil dijaga selama bertahun-tahun. Padahal justru hal-hal itulah yang memiliki makna paling bes

Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, perjalanan umrah mungkin hanya terlihat sebagai keberangkatan menuju satunegara yang berjarak ribuan kilometer dari Indonesia. Namun, bagi mereka yang menjalaninya, umrah sering kali merupakan puncak dari sebuah perjalanan hidup yang panjang.

Ada pedagang kecil yang menyisihkan keuntungan hariannya, sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun. Ada pasangan lanjut usia yang menunggu anak-anaknya mandiri terlebih dahulu, sebelum mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.

Ada pula pekerja yang menahan keinginan membeli banyak hal karena ingin menabung demi satu tujuan yang dianggap lebih bermakna.

Di balik setiap keberangkatan, selalu ada cerita tentang harapan, kesabaran, dan pengorbanan. Oleh karena itu, ketika seseorang memilih penyelenggara perjalanan ibadah, yang dipertaruhkan bukan hanya biaya perjalanan. Hal yang dititipkan adalah impian yang telah lama dirawat.

Ada rasa percaya bahwa perjalanan spiritual yang penting dalam hidupnya akan berada di tangan yang tepat. Maka kepercayaan menjadi sesuatu yang tidak ternilai.

Kepercayaan pula yang tampaknya menjadi benang merah dari kisah pencapaian Guinness World Records yang diraih Samira Travel di Arab Saudi.

Sepintas, perhatian publik mungkin tertuju pada status rekor dunia yang berhasil diraih. Namun, jika dicermati lebih dalam, penghargaan tersebut sesungguhnya hanya bagian kecil dari cerita yang lebih besar tentang bagaimana kepercayaan dibangun dan dijaga dalam waktu yang panjang.

Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah itu mencatatkan namanya dalam Guinness World Records untuk kategori penyelenggaraan makan malam halal terbesar di ruang terbuka.

Rekor tersebut tercipta dalam perhelatan Milad ke-9 perusahaan yang berlangsung di Arab Saudi dan diikuti lebih dari 10 ribu peserta. Penghargaan itu kemudian diserahkan dalam acara Milad ke-10 yang digelar di Indonesia.

Founder dan Owner Samira Travel Fauzi Wahyu Muntoro menjelaskan pencapaian tersebut berawal dari kegiatan makan bersama yang diselenggarakan di area padang pasir Arab Saudi.

Lebih dari 10 ribu orang mengikuti kegiatan tersebut, sebelum kemudian diajukan untuk mendapatkan pengakuan Guinness World Records.

Penghargaan itu menjadi pencapaian keempat yang diterima perusahaan, setelah sebelumnya memperoleh tiga rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI. Namun, menariknya, yang paling sering disampaikan Fauzi bukanlah soal rekor itu sendiri, melainkan tentang pentingnya menjaga kepercayaan jamaah.

Hal tersebut mengingatkan bahwa penghargaan sering kali hanyalah hasil akhir yang terlihat oleh publik. Sementara fondasi yang menopangnya dibangun jauh sebelumnya melalui kerja yang panjang dan tidak selalu terlihat.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |