Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), setelah ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas penerima program tersebut pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono di Bengkayang, Minggu mengatakan, pembangunan SNT merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang bermutu dan merata.
"Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan kualitas SDM melalui pendidikan bermutu untuk semua. Kami di daerah tentu menyambut baik dan terus mempersiapkan diri agar seluruh persyaratan yang dibutuhkan dapat dipenuhi," ujarnya.
Menurut Heru, saat ini tim Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus bekerja melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran pembangunan sekolah tersebut. Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan SNT berada di kawasan Malosa, Kelurahan Sebalo.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah daerah juga akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna memastikan kesiapan dokumen dan dukungan teknis lainnya.
"Tim kabupaten terus mempersiapkan diri. Mohon doa dan dukungan semua pihak agar rencana pembangunan ini dapat berjalan lancar dan membawa berkah bagi dunia pendidikan di Bengkayang," kata Heru.
Sebelumnya diadakan Rapat Koordinasi Komitmen Pimpinan Daerah terkait Rencana Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Tangerang, pada Kamis (11/6).
"Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen dan verifikasi lapangan terhadap usulan lokasi penyelenggaraan SNT yang diajukan pemerintah daerah," ujar Heru.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Kabupaten Bengkayang ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas pelaksanaan SNT Tahun 2026. Dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, hanya dua daerah yang memperoleh program tersebut, yakni Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.
Heru menjelaskan, rapat koordinasi tersebut membahas kesiapan masing-masing daerah serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum penetapan lokasi secara resmi oleh pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah pusat juga tengah memproses Instruksi Presiden (Inpres) terkait percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang nantinya menjadi dasar pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.
"Kami optimistis program ini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan mutu pendidikan di Bengkayang. Kehadiran SNT nantinya diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter dan berdaya saing," katanya.
Ia menambahkan, seluruh OPD teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang saat ini bergerak secara simultan untuk memenuhi target penyelesaian dokumen pada minggu keempat Juli 2026 sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut, dia berharap pemerataan akses pendidikan berkualitas semakin meningkat sekaligus memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Baca juga: Pemerintah siap bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026
Baca juga: Kemdikdasmen verifikasi usulan sekolah nasional terintegrasi di HST
Pewarta: Narwati
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































