Jakarta (ANTARA) - Penerima Beasiswa Garuda asal Tangerang Selatan, Imran berhasil menciptakan Robot Gambut, purwarupa yang dikembangkan untuk mendeteksi kebakaran di bawah permukaan tanah, sekaligus melakukan pemadaman awal.
Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, Imran menjelaskan robot berbentuk pipa ini dilengkapi sejumlah sensor dan sistem komunikasi jarak jauh (LoRa) yang mampu mengirimkan data dan mengaktifkan pompa untuk pemadaman awal ketika mendeteksi indikasi kebakaran.
"Jadi dari SMP itu mulai, lalu di SMA saya menempuh di Fisika dan Matematika untuk memperdalam ilmu saya mengenai robotikanya ini, dan jadilah sampai sekarang," katanya.
Selain Robot Gambut, Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan itu juga mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk membantu deteksi awal kanker mulut dan lidah.
Imran mengaku dirinya berencana melanjutkan pengembangan minat risetnya melalui studi Electrical Engineering di berencana melanjutkan pengembangan minat risetnya melalui studi Electrical Engineering di KAIST nantinya.
Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menilai purwarupa Robot Gambut merupakan langkah awal yang baik, untuk terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan teknis dan penerapannya di lapangan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah radius cakupan alat.
"Ini artinya sebagai awal bagus ya, nanti dikoordinasikan saja dengan pihak terkait, supaya tahu kebutuhannya seperti apa, karena radiusnya juga harus menjadi isu," ujarnya.
Menteri Brian juga berpesan agar kesempatan yang diperoleh melalui Beasiswa Garuda, dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman selama belajar di luar negeri.
"Bagus juga di sana belajar banyak hal. Mumpung teknologinya sangat canggih, sering-sering datang ke laboratorium, belajar banyak hal, dan juga belajar dari masyarakat serta budaya pendidikan yang sangat hebat. Semoga selesai," tutur Brian Yuliarto.
Diketahui, Beasiswa Garuda merupakan program beasiswa yang bertujuan memberikan akses, dan peluang berprestasi seluas-luasnya kepada putra-putri Indonesia, serta menjadi bagian dari ekosistem pengembangan sains dan teknologi Indonesia.
Baca juga: Seskab-Mendiktisaintek bahas Beasiswa Garuda cetak talenta unggul
Baca juga: Pemerintah dorong penerima beasiswa perkuat ekosistem riset nasional
Baca juga: BMKG: 5.019 titik panas, lonjakan terpesat dibanding El Nino 2015
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































