Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menanggung biaya pemulangan korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), termasuk penyediaan peti jenazah dan fasilitas bagi keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi DNA di Palembang.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman di Palembang, Senin, mengatakan bantuan tersebut diberikan atas arahan Gubernur Sumsel guna membantu keluarga korban selama proses identifikasi berlangsung.
“Bapak Gubernur dari Pemprov Sumsel untuk saat ini tetap membantu keluarga pasien yang masih berada di Palembang dengan menginapkan di Hotel Amaris, sekaligus ditanggung untuk konsumsinya,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat delapan keluarga korban yang difasilitasi penginapan dan konsumsi selama berada di Palembang. Keluarga korban tersebut berasal dari Muratara, Medan, hingga Pulau Jawa.
Baca juga: Legislator dorong evaluasi jalan lintas Sumatera usai kecelakaan bus
Sebagian keluarga korban lainnya tidak datang langsung ke Palembang karena jarak yang jauh dan hanya memberikan keterangan melalui sambungan video call untuk proses identifikasi.
Selain itu, Pemprov Sumsel juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait pemulangan delapan jenazah ke Medan, serta menyiapkan pengantaran korban asal Lampung dan Musi Rawas Utara.
Kenazah untuk para korban juga telah disiapkan dan akan segera diberangkatkan setelah hasil identifikasi DNA dari tim Disaster Victim Identification (DVI) selesai.
“Peti mayat itu sudah siap untuk diberangkatkan setelah hasil DNA ini selesai. Mudah-mudahan tidak ada masalah dan lancar untuk pemberangkatannya juga,” jelasnya.
Baca juga: Kemenhub tunggu hasil KNKT usut kecelakaan maut bus ALS di Muratara
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































