Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 47 rumah dari dua desa di Kecamatan Lawe Sigala-Gala Kabupaten Aceh Tenggara rusak dan berlumpur akibat banjir yang disebabkan hujan deras di wilayah setempat sejak beberapa hari lalu.
"Banjir terjadi Desa Lawe Tua Gabungan dan Lawe Tua Makmur Aceh Tenggara telah menyebabkan rumah warga rusak," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Senin.
Dirinya menjelaskan, banjir tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan di Aceh Tenggara, sehingga membuat debit air sungai-sungai meningkat dan membawa material berupa bebatuan dan kayu gelondongan yang menyumbat jembatan.
"Sehingga air, lumpur dan kayu gelondongan meluap ke pemukiman warga serta menutupi ruas jalan Kutacane-Medan," ujarnya.
Dirinya menyebutkan, banjir tersebut telah berdampak pada kerusakan berat tiga rumah, 15 rumah rusak sedang dan 29 unit rumah rusak ringan atau berlumpur.
Untuk korban terdampak sebanyak 47 kepala keluarga (KK) atau 158 jiwa, yaitu di Desa Lawe Tua Persatuan 42 KK dan Lawe Tua Makmur lima KK, sedangkan pengungsi masih dalam pendataan, dan tidak ada korban jiwa.
Adapun langkah penanganan yang telah dilakukan, BPBD Aceh Tenggara menurunkan satu unit alat berat ekskavator serta mengerahkan tim TRC dan damkar ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta penanganan lumpur.
"Kini, akses jalan Kutacane - Medan sudah dapat dilalui kembali, dan air mulai surut," demikian Bahron Bakti.
Baca juga: Bertahan di tanah leluhur, berdamai dengan lumpur
Baca juga: Sepuluh desa di Aceh Tengah kembali terisolasi akibat jembatan ambruk
Baca juga: Polda Sultra siagakan posko kesehatan dan bencana banjir di Kendari
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































