Operasi evakuasi hantavirus dilaksanakan di lepas Pantai Tenerife

2 hours ago 3

Tenerife (ANTARA) - Otoritas Spanyol mengevakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah wabah hantavirus dilaporkan terjadi di atas kapal tersebut, yang sejauh ini menyebabkan delapan kasus infeksi dan tiga kematian.

Pada Minggu (10/5) sekitar pukul 05.30 waktu setempat (11.30 WIB), kapal pesiar MV Hondius, yang terkait dengan wabah hantavirus, perlahan memasuki perairan di lepas Pelabuhan Granadilla di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol.

Dalam cahaya redup menjelang fajar, kapal yang selama beberapa hari menarik perhatian internasional itu tidak berlabuh di dermaga. Sebaliknya, kapal itu menurunkan sauhnya sekitar 500 meter dari pantai.

Otoritas Spanyol meluncurkan operasi untuk mengevakuasi dan memindahkan semua penumpang serta sebagian awak kapal. Kapal pesiar itu telah menghabiskan beberapa hari di laut di bawah pengawasan ketat setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi adanya infeksi di antara para penumpang. Sebelumnya, kapal itu sempat berada di dekat Tanjung Verde, tempat tiga orang yang menunjukkan gejala dievakuasi untuk menjalani perawatan.

Namun, negara kepulauan itu kekurangan kapasitas untuk mengelola respons skala penuh, sehingga memicu upaya koordinasi internasional yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Uni Eropa, dan otoritas Spanyol. Kapal tersebut akhirnya dialihkan menuju Kepulauan Canary di Spanyol, di mana infrastruktur medis dan logistik evakuasi dapat dimobilisasi.

Pada saat kapal MV Hondius memasuki perairan lepas pantai Tenerife, area pelabuhan telah diubah menjadi zona operasi terkendali. Unit-unit polisi, ambulans, dan staf pelabuhan ditempatkan di sepanjang perimeter pelabuhan, sementara warga yang penasaran berkumpul dari kejauhan, mengamati kapal yang telah menjadi pusat perhatian internasional tersebut.

Seorang warga setempat, yang sejenak memberhentikan sepeda motornya di dekat garis pantai, menunjukkan keresahan yang juga dirasakan banyak orang: "Ini terlalu rumit bagi orang biasa seperti kami. Saya hanya bisa berharap ini bukanlah sesuatu yang serius."

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tiba di Tenerife pada Jumat (8/5) untuk mengoordinasikan operasi evakuasi dan kesehatan masyarakat terkait kapal tersebut. Dia meminta warga untuk tetap tenang, sembari menegaskan bahwa insiden ini "bukan pandemi COVID yang baru."

Berdasarkan rencana yang diumumkan otoritas kesehatan Spanyol, sebagian besar dari 100 lebih orang di atas kapal itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis, isolasi, dan pemindahan bertahap, yang dikoordinasi oleh WHO dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC). Proses itu melibatkan sistem transportasi dan fasilitas karantina yang diatur khusus untuk menghindari kontak dengan warga setempat.

Operasi tidak dimulai segera setelah kapal berlabuh. Selama berjam-jam, kapal itu tetap gelap dan tidak bergerak, keberadaannya hanya ditandai oleh aktivitas senyap para petugas yang mempersiapkan pemindahan pertama.

Operasi evakuasi akhirnya dimulai pada Minggu pagi waktu setempat. Para penumpang yang mengenakan pakaian pelindung dipindahkan ke darat dengan perahu kecil secara berkelompok. Setiap orang yang dievakuasi hanya diperbolehkan membawa satu tas kecil, sementara barang bawaan lainnya tetap berada di atas kapal.

Warga negara Spanyol menjadi yang pertama turun dari kapal, menaiki bus, dan langsung menuju ke bandara, tempat penerbangan yang telah diatur pemerintah membawa mereka ke Madrid untuk observasi karantina di fasilitas rumah sakit.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan tidak ada penumpang yang saat ini di atas kapal menunjukkan gejala. Pihak berwenang telah menerapkan "semua langkah keselamatan yang diperlukan," imbuhnya.

Kapal MV Hondius, yang dioperasikan oleh perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions, khusus melayani pelayaran ekspedisi kutub. Sejauh ini, delapan kasus hantavirus telah dilaporkan di atas kapal itu, termasuk tiga kematian, menurut WHO.

Hingga Minggu malam waktu setempat, upaya repatriasi telah memindahkan 94 penumpang dengan 19 kewarganegaraan berbeda dari kapal tersebut. Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan penerbangan evakuasi terakhir diperkirakan akan diberangkatkan pada Senin (11/5) sore waktu setempat.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |