Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan museum sebagai sumber pembelajaran sepanjang hayat sekaligus destinasi edukatif yang menarik untuk dikunjungi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim mengatakan museum memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, pelestarian warisan budaya, dan penguatan karakter bangsa.
"Museum tidak hanya menyimpan koleksi bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar,” katanya di Banjarbaru, Kamis.
Dia mengatakan, museum memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi yang menghubungkan generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur masa lalu.
Untuk itu, Pemprov Kalsel berharap penyelenggaraan Pekan Cinta Museum menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengunjungi museum sebagai sumber pembelajaran sepanjang hayat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat Ady Surya mengatakan Pekan Cinta Museum 2026 bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum, memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Selatan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat peran museum sebagai pusat pendidikan kebudayaan sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan museum dengan masyarakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Pekan Cinta Museum 2026 melibatkan berbagai kalangan, mulai dari peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA/SMK/MA, mahasiswa, guru, sanggar seni, komunitas budaya, hingga masyarakat umum.
Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian acara, di antaranya Pameran Temporer bertema “Peradaban Dayak Kalimantan Selatan: Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa” yang diselenggarakan pada 18 Juni 2026.
Selain itu, terdapat pula kegiatan Belajar Bersama berupa melukis di museum pada 28 Juni 2026 dan pelatihan membuat anyaman tradisional Kalimantan Selatan pada 30 Juni 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Museum Lambung Mangkurat berharap dapat memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus wadah interaksi masyarakat dalam mengenal dan mencintai sejarah serta warisan budaya Kalimantan Selatan.
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































